Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Tarian Riris Mangenjali ditampilkan oleh sembilan penari di halaman Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Tempursari Sardonoharjo Ngaglik, Sabtu (24/10/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Tarian Riris Mangenjali dibawakan sembilan penari dalam tradisi Kenduri Banyu Udan yang diselenggarakan oleh Komunitas Banyu Bening, di halaman Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (24/10/2020).
Selain tarian Riris Mangenjali, tradisi itu juga menambilkan kirab budaya dari Bregada Pangeran Cempa yang terdiri atas 22 prajurit tradisional. Kenduri Banyu Udan merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Banyu Udan pimpinan Sri Wahyuningsih atau yang akrab disapa Yu Ning. "Tradisi ini menggambarkan wujud rasa syukur atas nikmat air hujan yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Yu Ning di sela kegiatan.
Yu Ning menambahkan selama ini sebagian besar warga masih memandang negatif terhadap air hujan sebagai sumber penyakit dan bencana. Padahal air hujan sebenarnya sarat dengan manfaat untuk kesehatan. Oleh karenanya, air hujan harus diperlakukan dengan pola 5 M, yaitu menampung, mengolah, minum, menabung, mandiri.
"Komunitas Banyu Bening mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan falsafah hamemayu hamemayu hayuning bawana yakni sikap untuk mencintai dan memelihara lingkungan alam ciptaan Tuhan," katanya.
Menurutnya, sikap mencintai lingkungan alam ini perlu diwujudkan dan dikampanyekan oleh seluruh komponan dan elemen warga bersama pemerintah secara terpadu dan berkesinambungan. Sikap yang mendukung konsep tersebut adalah tetap menjaga lingkungan hidup, melakukan penghijauan lingkungan, dan tidak menebang pohon secara sembarangan.
"Menjaga kebersihan sungai, selokan dan lingkungan sekitar sehingga tidak terjadi bencana banjir dan bencana alam lainnya juga merupakan bentuk kecintaan juga kepada lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.