Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Ilustrasi Bunuh Diri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Marsini,55, warga Kapanewon Gedangsari nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Perisitiwa ini pertama kali diketahui oleh suaminya Slamet, usai pulang bercocok tanam di ladang pada Minggu (25/10/2020) pagi.
Petugas Tim Reaksi Cepat, BPBD Gunungkidul, Kusmiyanto mengatakan, kasus bunuh diri ini sudah dilaporkan ke petugas Polsek Gedangsari. Saat diperiksa tubuh pelaku sudah tidak bernyawa karena jeratan tali di bagian leher.
Menurut dia, warga tidak berani menurunkan hingga datang petugas dari polsek. “Peristiwa ini diketahui oleh suami pelaku yang mencari keberadaan istrinya,” katanya kepada wartawan.
BACA JUGA: Layanan BPJS Kesehatan di Masa Pandemi Dipermudah
Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan membenarkan adanya kasus bunuh diri di wilayah Gedangsari atas nama Marsini. Hasil penyelidikan petugas tidak ditemukan luka-luka pada tubuh pelaku. Hal ini diperkuat hasil pemeriksaan medis dari petugas Puskesmas Gedangsari. “Murni gantung diri. Diduga kuat aksi nekat dilakukan karena masalah keluarga,” katanya.
Solechan menjelaskan, peristiwa gantung diri ini pertama kali diketahui oleh suami pelaku, Slamet. Usai pulang dari menggarap ladang, Slamet mencari-cari istrinya di rumah dan menemukan sudah dalam keadaan menggantung dengan seutas tali di bagian leher. Melihat kejadian ini, Slamet histeris dan berkali-kali pingsan jika mengingat kejadian tersebut.
Menurut dia, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Terlebih lagi, pada saat ditinggal ke ladang, kondisi pelaku masih seperti biasanya. “Sudah coba ditenangkan, tapi masih sering pingsan,” katanya.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.