Mbah Rabikem 40 Tahun Merawat Jenang Upih Khas Sleman
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Shelter Penanganan Covid-19 Kota Jogja siaga jika keadaan darurat terjadi selama cuti dan libur panjang. Saat ini kapasitas ruangan shelter relatif masih banyak.
Penanggung Jawab Shelter Penanganan Covid-19 Kota Jogja yang sekaligus Kepala Dinas Sosial Kota Jogja, Agus Sudrajat cukup khawatir dengan situasi libur panjang ini. Meski difungsikan untuk warga Kota Jogja namun shelter siap sewaktu-waktu jika dibutuhkan dalam kondisi kedaruratan menghadapi libur panjang kali ini. "Kita shelter itu kita fungsikan untuk masyarakat kota Jogja yang domisilinya Kota Jogja atau KTP Jogja tetapi kalau ada suatu kedaruratan tertentu kami tetap siap untuk bisa support terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk pelaksanaan Shelter Bener," ujarnya pada Kamis (29/10/2020).
BACA JUGA: 100 Wisatawan di Tebing Breksi Ikut Rapid Test, 3 Orang Reaktif
Agus mencontohkan seperti kasus adanya warga melakukan perjalanan dari Kalimantan dan ternyata diketahui positif. "Kita sudah siapkan itu, tetapi haris ada mekanisme nya khusus, karena itu orangnya berbeda peruntukannya berbeda maka ada mekanisme lain. Kondisi-kondisi semacam itu kita harus siap," jelasnya
"Khusus untuk libur panjang ini cukup mengkhawatirkan. Saya tetap berharap masyarakat, penyelenggara pariwisata dan pengunjung itu juga mohon bisa untuk menerapkan protokol kesehatan dengan sebetulnya-betulnya karena itu lah jawabannya yang bisa kita laksanakan supaya tidak terjadi penyebaran lagi," tegasnya.
Berdasarkan data yang masuk pada Selasa (27/10/2020) jumlah penghuni shelter ada 13 orang. Kenaikan jumlah pasien OTG terjadi dari kasus satu keluarga yang beranggotakan enam orang di Tegalrejo yang terpapar Covid-19 klaster bank. Hingga saat ini tidak ada pasien OTG Selter Rusunawa Bener yang harus di rujukan ke rumah sakit. "Kemarin aja yang hamil itu juga alhamdulillah sembuh sudah melewati masa isolasi. Kemarin juga ada anak-anak umur tiga tahun ini masih ada di sana dan menunya kita khususkan sendiri," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun setelah sahamnya melonjak berkat kinerja AWS dan optimisme bisnis AI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Satpol PP Sleman menggelar 179 pembinaan kamling di 14 kapanewon selama Semester I 2026 untuk memperkuat deteksi dini gangguan ketertiban dan keamanan lingkunga
Bos Pramac Yamaha Paolo Campinoti menilai MotoGP tidak bisa sepenuhnya meniru Formula 1. Menurutnya, kemampuan F1 menembus pasar premium menjadi hal yang sulit