Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Suasana Lembah Sorory di Pelemmadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Kreativitas diperlihatkan oleh warga Pelemmadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul. Mereka mengubah lahan bekas tempat pembuangan sampah di bantara Sungai Opak menjadi objek wisata yang dikenal dengan Lembah Sorory.
Sukardi, 44, pengelola Lembah Sorory mengatakan, awalnya warga hanya ingin membersihkan bantaran Sungai Opak seluas 5.000 meter yang kotor, karena biasa dimanfaatkan untuk tempat pembuangan sampah.
Namun, dalam perkembangannya, tempat tersebut menjadi tempat kemah untuk siswa sekolah, pada September 2018 lalu.
Saat itu, lanjut Sukardi, ada 400 orang yang merupakan peserta Jambore Pramuka se-Kecamatan Imogiri yang menghelat kemah di tempat tersebut.
Baca juga: Memasuki Masa Sanggah, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diimbau Cermati Hasil Pendataan Pengukuran
Tapi, kegiatan kemah di tempat tersebut harus berhenti, karena ada larangan dari Disdikpora Bantul yang tidak mengizinkan adanya kegiatan kemah. Kondisi ini diperparah dengan adanya pandemi Covid-19. “Jadi karena hal itu [Covod-19], tempat ini sempat tutup,” katanya.
Menurut Sukardi, tempat tersebut baru mulai dibuka kembali pada 18 Oktober lalu. Untuk mengembangkan kawasan tersebut, warga di dua RT mengumpulkan dana secara swadaya dan dibantu oleh pemerintah desa setempat.
Untuk pengembangan kawasan tersebut, Sukardi menyebutkan lebih kepada wisata outboond yang memanfaatkan bambu dan kayu di tempat tersebut. Ke depan, pihaknya akan menempatkan beberapa mainan tradisional dan spot foto serta flying fox di lokasi tersebut.
“Nama Sorory sendiri berasal dari singkatan dari Ngisor Pring Ory. Untuk pengunjung, biasanya di akhir pekan bisa mencapai 500 orang,” paparnya.
Terkait dengan penerapan protokol kesehatan, Sukardi memaparkan, ada pengetatan penerapan protokol kesehatan di tempat tersebut.
“Pengunjung harus dicek suhu tubuh oleh petugas, memakai masker dan mencuci tangan di tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah kami sediakan,” terangnya.
Baca juga: Merapi Naik ke Level Siaga, Ini Imbauan Sri Sultan HB X
Salah satu pengunjung, Totok Hidayat mengaku betah berwisata di tempat tersebut. Selain banyak ditumbuhi pepohonan, tempat tersebut juga cocok untuk wisata keluarga.
“Di sini ada kolam renang dan persewaan APV yang bisa digunakan bersama dengan keluarga,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.