Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO – Terdeteksinya ratusan santri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak yang positif Covid-19 membuat Kota Jogja turut lakukan langkah antisipatif. Pasalnya lokasi pondok pesantren terletak di perbatasan langsung antara Kota Jogja dan Kabupaten Bantul.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi telah memerintahkan puskesmas terdekat dengan pondok pesantren untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi. "Ya kemarin kamiminta wilayah puskesmas terdekat untuk mengantisipasi terutama wilayah-wilayah sekitarnya supaya memperhatikan potensi sebaran-sebaran yang pas berbatasan dengan Jogjakarta. Di sana memang penduduk padat di wilayah itu," terangnya pada Jumat (6/11/2020).
BACA JUGA : Begini Kronologi Terungkapnya 195 Santri & Pengasuh
Berdasarkan catatan Heroe hingga saat ini belum ada laporan kasus Covid-19 di Kota Jogja terkait klaster itu. "Tapi sampai sekarang kita belum ada laporan tentang akibat sebaran yang ada di Bantul dan yang muncul [kasus Covid-19] di akhir-akhir ini tidak ada yang di wilayah situ," ujarnya.
Di Kota Jogja, Heroe menyebutkan ada beberapa pondok pesantren memang pernah mengajukan verifikasi dan sudah ada yang diverifikasi. "Salah satu catatan kami agar protokol Covid-19 dilaksanakan dengan baik. Untuk pembelajaran harus memperhatikan orang yang datang dari luar supaya yang datang betul-betul sehat. Proses interaksinya, kita memperlakukan sama misal di masjid segala macam kita perlakukan sama, itu yang harus dijaga itu. Sampai sekarang kita belum mendapatkan laporan Ponpes di Kota Jogja yang santrinya positif," tegasnya.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: 195 Santri Krapyak Positif Covid-19
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jogja, Nur Abadi menerangkan jika saat ini memang ada beberapa pondok pesantren yang telah aktif melakukan kegiatan pembelajaran di Kota Jogja. "Pondok pesantren yang sudah kegiatan baru delapan tempat dan sudah memenuhi protokol kesehatan," terangnya.
Nur pun mewanti-wanti kepada para santri untuk tidak keluar pesantren. "Selain terus memerintahkan selalu memenuhi protokol kesehatan, para santri diimbau untuk tidak keluar pesantren dan kita tetap monitoring evaluasi untuk memantau kesehatan para santri," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
DPRD DIY siapkan Raperda perlindungan karst yang lebih luas, mencakup seluruh ekosistem dari ancaman pembangunan hingga pertambangan. Simak detailnya di sini.
Bolehkan berkurban meski belum aqiqah? Ini penjelasan hukum Islam bahwa kurban dan aqiqah adalah ibadah berbeda.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.