3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.con, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan kapasitas ruang perawatan untuk pasien positif corona masih mencukupi. Kepastian ini sebagai langah antisipasi adanya lonjakan karena hingga sekarang jumlah kasus baru masih terus fluktuatif.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kasus penularan virus corona masih menjadi ancaman karena penularan masih terjadi di masyarakat. Untuk penularan, ia mengakui jumlah kasus baru masih naik turun. Di saat tertentu berdasarkan laporan hasil uji specimen semua sampel dinyatakan negatif. Kondisi ini sempat terjadi beberapa hari, namun setelah itu ada tambahan kasus baru lagi.
BACA JUGA : Pasien Positif Covid-19 di Gunungkidul Bertambah Tujuh Kasus
“Sempat dalam dua hari secara berturut-turut ada penambahan akumulasi 22 kasus baru. Hal yang sama juga terjadi pada pasien sembuh. Misalnya kemarin [Senin 9/11] ada tambahan pasien sembuh sepuluh orang,” katanya, Selasa (10/11/2020).
Jumlah pasien corona di Gunungkidul hingga sekarang mencapai 355 kasus. Adapun rinciannya, 307 pasien sudah dinyatakan sembuh, 13 pasien dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan sisanya sebanyak 35 pasien masih menjalani perawatan. “Hari ini [kemarin] ada tambahan tujuh kasus baru, tapi bersamaan ada sembilah pasien yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.
Dewi memastikan untuk ketersediaan ruang perawatan masih sangat memadai karena untuk saat ini ada tiga rumah sakit. Namun demikian, berdasarkan koordinasi bersama ada komitmen dari rumah sakit lain untuk menerima perawatan pasien corona apabila ada lonjakan kasus secara signifikan.
“Sekarang yang dipakai masih RSUD Wonosari, RSUD Saptosari dan Panti Rahayu. Apabila ada tambahan dan ketiga layanan ini kewalahan menangani pasien, maka rumah sakit lain siap dijadikan rujukan untuk perawatan pasien Covid-19,” ungkapnya.
BACA JUGA : Pasien Covid-19 di Gunungkidul Tambah 10 Orang
Guna pencegahan penyebaran virus corona, Dewi berharap kepada masyarakat untuk tidak bosan mematuhi protokol kesehatan. Sesuai anjuran dari pemerintah, cara ini merupakan sarana yang efektif untuk memutus mata rantai penyebaran. “Terus memakai masker saat di luar rumah, jaga jarak dan sering-sering cuci tangan menggunakan sabun,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, masyarakat harus terus waspada dengan ancaman virus corona karena penularan masih terus terjadi.
“Imbauan tidak hanya saya berikan ke masyarakat. Calon-calon yang tampil dalam pilkada juga saya imbau agar mematuhi protokol kesehatan. Malahan dalam kampanye, saya sarankan menggunakan fasilitas daring sehingga bisa mengurangi kontak secara langsung sehingga potensi penularan bisa dicegah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.