Ini Gerakan Olahraga Setelah Bangun Tidur agar Tubuh Tetap Bugar
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Foto material vulkanik (yang ditanda panah) runtuh ke kawah. /Ist-BPPTKG.
Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas kegempaan Merapi hingga memasuki hari ke-19 setelah ditetapkannya peningkatan status dari Waspada menjadi Siaga masih tergolong tinggi. Meningkatnya gempa vulkanik dangkal menimbulkan sejumlah guguran material vulkanik lama yang berada di dinding puncak Merapi.
Guguran material vulkanik yang tergolong luncurannya cukup jauh selama 10 hari terakhir adalah pada Jumat 14 November 2020 lalu dengan jarak luncur dua kilometer mengarah ke Kali Lamat. Guguran ini terjadi pada pukul 06.15 WIB.
BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan Guguran Material ke Kali Lamat
Terbaru guguran material vulkanik kembali meluncur dari puncak Merapi jatuh ke dalam kawah pada Minggu 22 November 2020 pukul 06.50 WIB. Material vulkanik di titik guguran ini disebut dengan istilah Lava 1954 karena merupakan material sisa erupsi pada tahun 1954.
Berdasarkan video berdurasi 29 detik yang dirilis BPPTKG Senin (23/11/2020) tampak material puncak secara perlahan runtuh yang diawali dengan pergerakan atau getaran tayangan. Getaran tersebut diduga sebagai bagian dari aktivitas kegempaan Merapi yang menimbulkan CCTV yang terpasang di Deles ikut bergetar.
“Terjadi guguran tebing lava lama yang terpantau dari CCTV pengamatan Gunung Merapi yang dipasang di Deles pada pukul 06.50 WIB. Guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 82 detik,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida Senin (23/11/2020) pagi.
BACA JUGA : Semalam, Terdengar 6 Kali Suara Guguran di Merapi
Hanik menegaskan aktivitas kegempaan di Gunung Merapi tercatat masih tergolong tinggi. Gempa vulkanik dangkal yang dominan mengakibatkan ketidakstabilan material lama yang ada di puncak kemudian terjadi guguran.
“Guguran tersebut merupakan guguran dari tebing lava 1954 yang berada di dinding kawah utara. Material jatuh ke dalam kawah dan hingga saat ini tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi,” katanya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga di sekitar lereng Merapi agar tetap tenang dan mematuhi rekomendasi dari BPPTKG serta arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat. Guguran material tersebut merupakan kejadian yang biasa terjadi pada saat Merapi mengalami kenaikan aktivitas menjelang erupsi.
BACA JUGA : BPPTKG Catat 59 Kali Gempa Guguran Terjadi di Gunung
Sedangkan pada pemantauan antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB Senin (23/11/2020) terdengar satu kali guguran dari PGM Babadan. Selama periode tersebut terjadi 10 kali gempa vulkanik dangkal. Kemudian pada pemantauan antara pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB Minggu (22/11/2020) terdengar suara guguran cukup keras sebanyak satu kali pada pukul 20.18 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M