Kronologi Pesawat Wisata Peru Jatuh Tewaskan 13 Orang di Nazca
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, Minggu (12/4/2020). /ANTARA FOTO-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA—Suara gemuruh guguran dilaporkan terdengar enam kali di Merapi selama pemantauan pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB Kamis (19/11/2020) hingga pemantauan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB Jumat (20/11/2020).
Pada laporan pemantauan pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB Kamis (19/11/2020) secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, asap kawah tidak teramati. Pada periode pengamatan ini dilaporkan suara guguran sebanyak dua kali dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan.
Pada periode ini terjadi gempa guguran sebanyak 17 kali, gempa embusan 17 kali, gempa fase banyak 101 kali dan gempa vulkanik dangkal 10 kali.
Sedangkan pada pengamatan antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB Jumat (20/11/2020) hari ini secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut antara 0-II hingga kabut 0-III. Kondisi asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi tinggi 50 cm dari atas puncak. Pada periode ini ini juga terdengar empat kali suara gemuruh di Merapi yang dilaporkan oleh petugas di PGM Babadan. Dengan demikian hari ini pada semalam antara pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB dilaporkan guguran sebanyak enam kali di Merapi.
“[Pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB juga dilaporkan adanya] Suara guguran 4 kali lemah hingga sedang [terdengar] dari Pos Babadan,” ungkap Kepala BPPTKG Hanik Humaida Jumat (20/11/2020).
Pada Jumat pagi juga dilaporkan adanya gempa guguran sebanyak 21 kali dengan amplitudo antara 4-40 mm berdurasi 12 hingga 88,8 detik. Gempa embusan sebanyak 16 kali dengan amplitudo antara 3 hingga 12 mm, durasi 11 sampai 15 detik. Gempa fase banyak terjadi 117 kali dan gempa vulkanik dangkal tercatat ada 14kali.
Sebelumnya BPPTKG memastikan belum ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya naik menjadi Siaga. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.
Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan penutupan Konsulat Jenderal AS di Medan sebagai bagian dari efisiensi jaringan diplomatik global.
MUI mendorong hukuman mati bagi koruptor berdampak sistemik serta penerapan UU Perampasan Aset untuk memperkuat efek jera.
Menhub menegaskan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi evaluasi menyeluruh untuk memperkuat keselamatan pelayaran dan penanganan darurat.
Kemenag Kulonprogo menggelar Bimtek EMIS GTK untuk mengawal transisi sistem dan memastikan pencairan Tunjangan Profesi Guru tetap aman.
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.