Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Komunitas Lintas Iman (KLI) Jogja meminta komitmen dari para pasangan calon (paslon) pada Pilkada di Sleman untuk menjaga kerukunan umat beragama di Sleman. Tidak hanya sekadar wacana, Paslon harus sungguh-suguh menjaga kerukunan antarumat.
Ketua KLI Jogja W Hartoyo mengatakan untuk menjaga kerukunan antarummat menjelang pelaksanaan Pilkada Sleman pada 9 Desember mendatang pihaknya akan berkunjung ke semua paslon. KLI Jogja berharap seluruh paslon mampu membangun komitmen tentang kerukunan umat beragama saat nanti terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. "Kami akan datangi semua paslon yang maju pada Pilkada mendatang,"katanya saat mengunjungi cabup Sri Muslimatun di kediamannya, Senin (30/11/2020).
Toleransi antarumat beragama, katanya, harus dijaga dan dirawat oleh semua paslon agar tercipta kerukunan antarumat beragama. KLI tidak ingin ke depan terjadi kasus-kasus intoleransi antarumat beragama di Sleman. "Bupati dan wakil bupati terpilih nanti harus sungguh-sungguh menggunakan kewenangan dan kekuasaan politiknya untuk melindungi keyakinan semua umat. Ini penting agar tercipta kerukunan antarummat," katanya.
Menurut Hartoyo, selama lima tahun terakhir kasus intoleransi di Sleman nyaris tidak ada. Hanya ada satu kasus yang sebelum menjadi persoalan serius bisa ditangani dan diselesaikan dengan baik oleh pemerintah. "Ini yang patut disyukuri. Menjaga kerukunan antarumat penting karena Indonesia memiliki beragam suku, bangsa dan agama. Kondisi ini akan berlangsung selamanya. Ini yang harus dijaga," katanya.
Dia berharap tidak ada lagi kasus-kasus intoleransi di wilayah DIY, terutama di Sleman. Oleh karenanya, bupati terpilih nanti harus sungguh-sungguh menjaga dan berkomitmen untuk kerukunan antar umat beragama. "Bupati terpilih harus melindungi dan membela jika terjadi permasalahan antarumat beragama. Dari diskusi tadi, kami melihat Bu Muslimatun memiliki komitmen tersebut. Ini tentu bagus, tidak sekadar hanya wacana," kata Hartoyo.
Sementara Muslimatun mengatakan pertemuan tadi membahas bagaimana kerukunan antarumat beragama dilakukan. Masyarakat harus saling toleransi, saling menjaga, saling tepo seliro, hidup berbangsa dan bernegara. Dia mengatakan jika salah satu komitmen yang dibuat saat menjadi bupati nanti, akan memfasilitasi kegiatan infrastruktur rumah ibadah. "Dengan seperti ini maka kerukunan umat beragama bisa terjaga. Mereka datang tidak hanya mewakili lima agama tetapi juga aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,"kata Muslimatun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.