Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA-Jaringan Organisasi Penyandang Disabilitas mengecam tindak korupsi pada bantuan sosial (bandos) Covid-19 oleh Kementerian Sosial maupun oknum lainnya. Selain menyebabkan penerimaan bansos tidak optimal, masih banyak difabel yang semestinya berhak namun tidak bisa mengakses bansos ini.
Koordinator Advokasi Organisasi Harapan Nusantara (OHANA), Nuning Suryatiningsih, menjelaskan Hal ini menunjukkan lemahnya sistem pelaksanaan dan pengawasan, sekaligus akuntabilitas terhadap dana publik program bansos oleh pemerintah.
“Mendesak agar Presiden segera mengambil Langkah tegas, terutama dalam memastikan pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan dana oleh Kementerian Sosial terkait dengan bantuan sosial, agar publik dapat Kembali percaya terhadap kinerja Pemerintah dalam pengalokasian anggaran untuk program bantuan sosial tersebut,” ujarnya melalui rilis media, Minggu (13/12/2020).
Baca juga: Sebut Ormas Teroris, Polisi Kampanyekan Indonesia Tanpa FPI di Twitter
Ia melihat pelaksanaan penyaluran bansos ini belum mampu meng-cover seluruh difabel yang berhak mendapatkannya, terutama bagi anak-anak dengan disabilitas berat dan ringan, serta difabel dengan multidisabilitas.
Dari pemantauan yang dilakukan oleh Organisasi Penyandang Disabilitas selama masa pandemi, Maret-Oktober 2020, terdapat enam kabupaten atau kota di Jawa Tengah dan DIY yang difabelnya tidak bisa mengakses program bansos dari Pemerintah maupun pemerintah daerah secara penuh.
“Terlebih selama masa pandemi tidak ada program-program khusus bagi penyandang disabilitas, sehingga semakin berdampak bagi penyandang disabilitas maupun keluarganya. Perlu dipahami bahwa dampak pandemi covid-19 bagi penyandang disabilitas tidak hanya dari sektor ekonomi bagi dirinya maupun anggota keluarga di sekitarnya saja, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelangsungan masalah kesehatan mereka,” ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Gaji PNS Tahun Depan Tidak Naik
Menurutnya, korupsi bansos ini bisa terjadi karena tidak adanya data valid dan update terkait penerima bantuan, termasuk untuk penyandang disabilitas. Pemerntah dan pemerintah daerah belum memiliki data penyandang disabilitas yang lengkap dan spesifik. Hal ini diperparah dengan lemahnya pengawasan dan akuntabilitas data yang dapat diakses masyarakat.
Sebelumnya, Direktur Sentra Aadvokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA), Nurul Saadah, mengungkapkan pandemi covid-19 berdampak pada difabel produktif sebesar 70% pengurangan penghasilan. “Kebanyakan difabel yang bekerja di sektor informal,” ujarnya.
Berdasarkan surveynya pada 204 responden difabel di DIY, hanya sebesar 5,88% difabel yang bisa mengakses program bansos pemerintah. Sementara sebesar 6,86% difabel lebih mengandalkan bantuan orang lain atau Lembaga swadaya masyarakat, sisanya menggantungkan kebutuhan hidup pada keluarga serta tetap bekerja dengan lebih menghemat pengeluaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.