345 Perenang Cilik Bersaing di Magelang, FAI Soroti Pembibitan Atlet
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Akhir pekan tiba. Bagi Anda yang akan berakhir pekan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada baiknya menyimak prakiraan cuaca berikut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada Sabtu (19/12/2020) ini, Kota Jogja akan hujan ringan pada pagi hari hingga siang hari, berawan tebal pada malam hari dan berawan pada dini hari.
Sleman diprediksi berawan pada pagi hari, hujan ringan pada siang hari, berawan tebal pada malam hari dan berawan pada dini hari.
Bantul diprediksi berawan hujan ringan di pagi hari, berawan pada siang hari, hujan ringan pada malam hari dan berawan pada dini hari.
Kulonprogo diprediksi hujan ringan pada pagi hari, berawan pada siang hari, hujan ringan pada malam hingga dini hari.
Gunungkidul diprediksi berawan pada pagi hingga siang hari dan hujan ringan pada malam hingga dini hari.
Suhu udara diperkirakan berkisar 23 hingga 28 derajat celcius dengan kelembaban 65 hingga 95%.
Gelombang di pantai selatan DIY diperkirakan 2,5 hingga 3 meter. Angin bertiup dari barat daya ke timur laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Cristiano Ronaldo menyebut Jorge Jesus mengingkari dua janji kepadanya hingga memutuskan meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Rabu 7 Oktober 2026, dominan berawan. Suhu tertinggi 34 derajat Celsius diprakirakan di Kota Jogja.
Sistem informasi supplier PHRI Sleman dimigrasikan ke domain Pemkab untuk memperkuat pemasaran produk lokal binaan DP3.
Advokat Afon Nahak mengkritik putusan MK soal ijazah Gibran dan menyebut ada indikasi politik. MK menyatakan gugatan tak dapat diterima.