Veda Ega Pratama Runner-up Moto3 Malaysia, Cetak Sejarah di Sepang
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi mengalami 42 kali guguran dan 47 kali gempa vulkanik dangkal selama sehari pada periode pengamatan sejak pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, Jumat (25/12/2020). Dari total 42 gempa guguran tersebut sembilan kali di antaranya terpantau suaranya dengan intensitas lemah hingga keras dari Pos Pengamatan Babadan
Kepala BPPTKG Badan Geologi Hanik Humaida menjelaskan pada Jumat (25/12/2020) selama 24 jam Merapi mengalami 42 kali gempa guguran. Sedangkan untuk laju rata-rata deformasi sebesar 11 sentimeter per hari artinya tubuh gunung terjadi penggembungan 11 sentimeter per hari yang tercatat selama tiga hari terakhir.
BACA JUGA : BPPTKG: Terdengar Enam Kali Suara Guguran dari Gunung
“Terdengar suara guguran intensitas lemah, sedang hingga keras sembanyak Sembilan kali dari Pos Babadan,” katanya dalam rilisnya Sabtu (25/12/2020).
Sedangkan untuk gempa fase banyak tercatat 323 kali dan gempa embusan sebanyak 61 kali. Ia menambahkan secara visual rata-rata dalam sehari kemarin terlihat asap berwarna putih dengan intensitas tebal. Adapun ketinggian asap mencapai 150 meter di atas puncak.
“Untuk pemantauan terkini pada periode pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB Sabtu, secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, asap akwah teramati dengan ketinggian 25 meter dari puncak kawah,” katanya.
BACA JUGA : Terdengar 2 Kali Guguran & Asap Keluar dari Kawah Merapi
BPPTKG memastikan belum ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya dinaikkan menjadi Siaga pada 5 November 2020. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.
Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.