Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, WONOSARI – Pandemi corona memberikan dampak terhadap turunnya angka kriminalitas di wilayah hukum Gunungkidul. Hal ini terlihat dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Polres Gunungkidul selama kurun waktu 2020.
Sepanjang tahun ini ada 187 kasus kriminalitas. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan kejadian di 2019 yang mencapai 242 kasus.
Kabag Ops Polres Gunungkidul, Komisaris Polisi (Kompol) Sunarto mengatakan, pihaknya sudah melakukan anev terhadap kegiatan keamanan dan ketertiban selama 2020. Adapun hasilnya, ada penuranan kasus kriminalitas di Gunungkidul. “Berdasarkan data ada penurunan sebanyak 55 kasus. di 2020 tercatat ada 187 kasus, sedang di tahun sebelumnya mencapai 242 kasus,” kata Sunarto kepada wartawan, Jumat (1/1/2020).
BACA JUGA : Kriminalitas Meningkat saat Pandemi, Warga Jogja Ramai
Menurut dia, penurunan kasus ini tidak lepas adanya sosialisasi dan juga patroli secara berkala yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Selain itu, angka penurunan kasus juga terdampak karena virus coronam, dimana kegiatan di masyarakat tidak sebebas di waktu normal. “Mungkin ada pengaruhnya karena aktivitas masyarakat banyak berkurang,” ungkapnya.
Sunarto menjelaskan, untuk jenis kasus masih didominasi oleh pencurian dengan pemberatan sebanyak 28 kasus. Disusul di belakangnya kasus penipuan sebanyak 23 kasus dan pencurian biasa 19 kasus.
“Untuk sisanya ada pencabulan, perzinaan, penyalahgunaan wewenang hingga masalah perlindungan anak,” katanya.
Dilihat dari sisi kasus, Kapanewon Girisubo dan Rongkop merupakan relatif aman karena sepanjang 2020 tidak mencatatkan satu kasus kriminal apapun. Sunarto pun memberikan apresiasi terhadap petugas kepolisian di kedua wilayah karena berhasil menjaga situasi dan kondisi tetap aman tertib dan damai.
BACA JUGA : Angka Kejahatan Menurun di Tengah Pandemi Covid-19
“Kami imbau kepada seluruh jajaran polsek untuk terus meningkatkan kamtibmas untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiyawan. Menurut dia, upaya cipta kondisi harus terus dilakukan untuk mengajaga kamtibmas tetap kondusif. “Tidak hanya tugas dari polisi, tapi juga butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Agus menambahkan, dari 187 kasus yang masuk, sebanyak 152 kasus sudah berhasil diselesaikan. Adapun sisanya sebanyak 35 kasus masih dalam proses penyelesaian. “Dari statistic untuk penyelesaian kasus ada peningkatan dibadingkan dengan capaian di 2019,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.
Harga iPhone Duo di Malaysia dan Singapura mulai Rp40 jutaan. Simak harga tiap kapasitas, jadwal pre-order, spesifikasi, dan aturan IMEI.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Mercedes mengajukan teknologi mobil yang bisa mengapung dan bergerak di air. Rodanya menjadi penggerak, dilengkapi sensor, GPS, dan pelampung.