Wacana Kuliah Gratis Perlu Cermati Skema PTN, Ini Penjelasan Pakar UGM
Wacana kuliah gratis perlu mempertimbangkan perbedaan pengelolaan PTN Satker, BLU dan PTN-BH serta kemampuan fiskal negara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Vaksin Covid-19 telah sampai di Pemda DIY. Kendati demikian di daerah, seperti halnya Kota Jogja masih menanti kepastian jumlah kuota vaksin yang bakal diterima masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyebutkan jika saat ini pihaknya masih melakukan validasi data jumlah tenaga kesehatan tahap pertama yang bakal divaksin. "Ini masih divalidasi [jumlah nakes penerima vaksin]," ujarnya pada Selasa (5/1/2020)
Emma juga mengatakan jika saat ini masih menghitung apakah penerima vaksin nantinya seluruh nakes rumah sakit rujukan atau juga termasuk semua nakes puskesmas. Pihaknya masih menunggu kepastian jumlah kuota vaksin yang bakal diterima Kota Jogja. "Ya ini masih dihitung apakah nakes RS rujukan dan semua Puskesmas. Masih nunggu kuota jumlah vaksin buat Kota Jogja. Nanti kalau sudah ada datanya, saya sampaikan ke Ketua Harian Tim Covid-19," tambahnya.
Baca juga: Langgar Prokes, Kafe dan Warung Burjo di Concat Ditutup Petugas
Sebelumnya Ketua Harian Satgas Penanganam Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menerangkan jika sebagian tenaga kesehatan sudah dapat sms untuk menyiapkan diri akan memperoleh vaksin. Namun secara rinci menyangkut jumlah dan kapan vaksin akan dilakukan pihaknya masih belum tahu secara pasti. "Jadi awal januari ini memang saya mendengar ada beberapa sms yang sudah mempersiapkan diri, orang-orang yang mendapat sms itu untuk vaksisinasi. Terutama dari tenaga kesehatan. Kita belum tahu kuotanya berapa, kapan mulainya kita belum tahu," tuturnya.
Heroe justru menyoroti salah satu penyokong keberhasilan vaksinasi juga bergantung pada sebaran kasus yang berkembang. Oleh karena itu pihaknya harus sekuat tenaga menurunkan angka sebaran kasus Covid-19.
"Mau tidak mau kita ketika sudah mulai menghadapi vaksinasi kita harus sekuat tenaga untuk menurunkan angka sebarannya, agar proses vaksinasi itu bisa berjalan dengan baik maka harus menekan angka perkembangan pertumbuhan penularan. Kenapa, karena vaksinasi itu mensyaratkan orang harus sehat. Orang yang divaksin adalah orang yang sehat orang yang tidak pernah terkena juga," jelasnya.
Baca juga: Pematokan Tol Jogja-Bawen Dimulai Pekan Ketiga Januari 2021
"Oleh karena itu memang saat ini sedang kita siapkan untuk mencoba mengajak teman-teman UGM dengan GeNose mempercepat proses itu. Kita akan menyiapkan peralatan yang bisa digunakan untuk proses deteksi dengan GeNose. Sehingga nanti kita siapkan peralatan-peralatan yang diperlukan uuntuk mempercepat pemeriksaan massal. Vaksinasi ini akan berhasil kalau kita juga menekan dari sebaran dari kasus ini. GeNose nanti saya belum tahu tentang persisnya, tetapi ini lebih cepat praktis dan juga lebih murah, akurasinya masih bisa kita harapkan," pungasknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wacana kuliah gratis perlu mempertimbangkan perbedaan pengelolaan PTN Satker, BLU dan PTN-BH serta kemampuan fiskal negara.
Kebakaran supermarket di Berbah membuat Jalan Jogja-Solo arah Solo-Jogja ditutup dan kendaraan dialihkan melalui Simpang Prambanan-Piyungan.
BPS menyebut harga beras September 2026 naik karena pasokan berkurang setelah puncak panen raya dan pengaruh cuaca.
Supermarket Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11 Sleman terbakar hebat. Api merembet dari bagian belakang hingga melalap seluruh gedung.
Menteri Perindustrian Sarmuji memiliki harta bersih Rp14,93 miliar berdasarkan LHKPN 2025, termasuk kapal senilai Rp5,57 miliar.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.