Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Peredaran pil koplo di wilayah Gunungkidul harus diwaspadai. Pasalnya, ada tren peningkatan peredaran dalam dua tahun terakhir.
Data dari Polres Gunungkidul, di 2020 ada kasus pengungkapan narkoba sebanyak 58 kasus. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode di tahun sebelumnya dengan 45 kasus.
Kabag Ops Polres Gunungkidul, Komisaris Polisi (Kompol) Sunarto mengatakan, pengungkapan kasus narkoba di 2020 terdiri dari psikotropika 11 kasus, narkotika tujuh kasus dan pil koplo sebanyak 40 kasus. “Total ada 58 kasus dan ini lebih banyak dibandingkan 2019 dengan 45 kasus,” kata Sunarto kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Jokowi Bilang Indonesia Masih Beruntung
Menurut dia, peredaran barang haram ini harus diwaspadai karena dalam tren meningkat. Sebagai contoh untuk kasus pil koplo di 2019 hanya ada 17 kejadian, tapi setahun berikutnya mencapai 40 kasus. “Kami akan terus melakukan upaya keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya untuk mencegah peredaran narkoba,” ungkapnya.
Selain jumlah kasus yang mengalami peningkatan, juga ada peningkatan barang bukti, khususnya yang menyangkut peredaran pil koplo. Di 2020, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 9.143 butir. Jumlah ini mengalami peningkatan dengan sitaan di 2019 yang mencapai 5.871,5 butir.
“Kenaikannya mencapai 55%. Sedangkan untuk shabu dan ganja, barang bukti yang diamankan juga naik, meski tidak sebanyak dengan jenis pil koplo,” katanya.
Kasatreskoba Polres Gunungkidul, AKP Dwi Astuti mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Gunungkidul. Menurut dia, di awal 2021 sudah mengamankan tujuh tersangka dari penjualan narkoba. “Ini masih terus kami kembangkan karena masih ada tiga tersangka yang berstatus sebagai buron,” katanya.
Baca juga: Sah! Mal di Sleman Hanya Boleh Buka Sampai Jam 7 Malam Mulai 11 Januari
Menurut Dwi, peredaran narkoban harus diberantas untuk menjaga kamtibas karena penggunakan narkoba bisa memicu tindak pidana criminal lainnya. Hasil penyelidikan petugas, penjualan obat-obatan terlarang jenis pil koplo semakin terang-terangan karena barang tersebut mudah didapatkan secara online. “Di internet banyak dan ini yang harus diwaspadai karena dampak dari narkoba sangat buruk bagi kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.