Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Sejumlah nelayan membongkar ikan dari kapal yang merapat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini./Istimewa-Dokumen DKP DIY
Harianjogja.com, BANTUL - Nelayan di Pantai Selatan Bantul mendapatkan berkah tersendiri di tengah Pandemi Covid-19 dan menjelang tahun baru China/ Imlek 2021. Sebab, harga ikan bawal laut tangkapan mereka mengalami kenaikan mencapai Rp250.000 per kilogram.
Nelayan Pantai Samas yang berasal dari Srigading, Sanden, Mugari menyatakan, kenaikan harga ikan bawal jelang tahun baru Imlek 2021 bukanlah hal baru. Sebab, kenaikan harga ikan tersebut biasa dialami setiap menjelang tahun baru Imlek.
“Untuk saat ini sekilogram harganya mencapai Rp250.000 di tingkat tempat pelelangan ikan (TPI) Pantai Samas,” kata Mugari, Minggu (17/1/2021).
Baca juga: Langgar PTKM, Acara Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan Petugas
Lebih lanjut Mugari mengungkapkan, kenaikan ikan bawal laut ini tidak memberi dampak kepada kenaikan jenis ikan lainnya. Ia menduga kenaikan ikan bawal laut lebih disebabkan karena tingginya permintaan dari Tiongkok atas komoditas ekspor jenis ikan ini.
“Lainnya tidak naik. Seperti Ikan tenggiri masih Rp35.000 per kilogram, layur super juga masih Rp28.000,” ungkap Mugari.
Sementara nelayan Pantai Samas lainnya, Henri berharap agar harga ikan bawal laut tetap tinggi jelang Imlek 2021. Sebab, pada Imlek 2020, permintaan ikan bawal laut dari Tiongkok justru mengalami penurunan. Hal ini, disinyalir karena pada saat itu, awal pandemi Covid-19.
Baca juga: Sejumlah Selter Covid-19 di Bantul Penuh, Pemkab Minta Selter Kalurahan Diaktifkan
“Akibatnya, ekspor tidak berjalan. Jalan satu-satunya, hasil tangkapan yang biasa diekspor harus dikonsumsi warga lokal saja,” terangnya.
Kendati mengalami kenaikan, baik Mugari maupun Henri menyatakan untuk mendapatkan ikan bawal laut saat ini cukup sulit. Sebab, gelombang laut saat ini cukup sulit diprediksi.
“Sehingga agak susah. Terkadang dalam satu pekan, kami hanya bisa melaut tiga hari, karena sisanya gelombang dan angin tidak bersahabat,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.