Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Satu minggu pelaksanaan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Gunungkidul, ditemukan sejumlah pelanggaran. Tim gugus tugas masih menemukan sejumlah pelanggaran mulai dari hajatan warga hingga pelaku usaha yang tidak mematuhi jam operasional selama pembatasan aktivitas berlangsung.
Sekretaris Satpol PP Gunungkidul, Sri Yudho Pramono mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan aparat keamanan yang tergabung dalam sentra penagakan hukum terus melakukan patroli pengawasan untuk memastikan pelaksanaan PTKM bisa sesuai dengan aturan. Hanya saja, berdasarkan patroli ini masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat.
Sebagai contoh, kata dia, pada Sabtu (16/1/2021) malam, tim gabungan melakukan patroli pengawasan di tiga kapanewon meliputi Wonosari, Paliyan, Saptosari. Adapun hasilnya ada empat pelaku usaha yang ditegur karena melanggar aturan selama pembatasan berlangsung.
Baca juga: Epidemiolog: Kasus Harian Covid-19 Nasional Tembus 50.000
“Empat pelaku usaha ini mulai dari toko swalayan, counter handphone hingga rumah makan,” kata Yudho kepada wartawan, Minggu (17/1/2021).
Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha ada beberapa macam mulai dari jam buka yang melebihi ketentuan, tidak menyiapkan fasilitas cuci tangan. Selain itu, ada juga pengusaha yang tidak mengikuti aturan jaga jarak sehinga menimbulkan kerumunan.
“Untuk toko, jam operasional sampai pukul 19.00 WIB, tapi di lapangan ada yang masih buka di atas jam 21.00 WIB. Pengusaha yang melanggar ini, kami tegur dan dilakukan pendataan,” katanya.
Baca juga: Kematian Akibat Suntik Vaksin Pfizer di Norwegia Bertambah Jadi 29 Orang
Pelanggaran aturan dalam PTKM juga terjadi di Dusun Mblembem, Kalurahan Candirejo, Semin. Seorang warga nekat menggelar acara hajatan yang berujung pembubaran oleh aparat gabungan.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, acara pembubaran hajatan warga berlangsung pada Sabtu (16/1/2021) siang. Pembubaran dilakukan karena selama PTKM tidak boleh ada acara sosial kebudayaan, salah satunya hajatan di masyarakat. “Anggota kami bersama dengan babinsa ikut dalam kegiatan pembubaran hajatan warga ini,” kata Suryanto.
Ia berharap kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak menggelar acara hajatan. Selain berisiko menjadi menyebab penularan virus corona, pemkab juga sudah menertibkan aturan terkait dengan pelarangan sementara waktu. “Kami akan bantu dalam upaya pengawasan dan penegakan aturan selama PTKM,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.