JFF 2026 Dibuka di Jogja, Ribuan Anak Muda Padati JEC
Jogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di JEC, dihadiri ribuan peserta dan dorong literasi keuangan inklusif berbasis generasi muda.
Foto ilustrasi perbaikan jalan. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, SLEMAN- Sempat tertunda akibat refocusing anggaran Covid-19, perbaikan jalan Gito-Gati Sleman mulai menemui titik terang. Pemerintah akan memperbaiki kerusakan jalan Gito-Gati mulai tahun ini.
Hanya saja, perbaikan ruas jalan sepanjang 2,48 km tersebut dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, perbaikan jalan yang menghubungkan perempatan Denggung (Jalan Magelang) hingga persimpangan Wonorejo Kamdanen (Jalan Palagan) tersebut dilakukan sepanjang 1km saja.
Saat ini, Dinas PUP-ESDM DIY tengah menyelesaikan tahap pelelangan pembangunan jalan Gito-Gati dengan pagu anggaran sebesar Rp10,3 miliar. Sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pemerintah Pusat.
"Rencana perbaikan dimulai Maret mendatang. Yang diperbaiki sepanjang 1 km dari perempatan Denggung hingga Masjid Suciati," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan Denggung-Wonorejo Bidang Binamarga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko, Senin (18/1/2021).
Baca juga: Jumlah Bed Pasien Covid-19 di Kota Jogja Bakal Ditambah Jadi 239 Unit
Berbeda dengan perbaikan empat jembatan di sepanjang jalan Gito-Gati pada 2019 lalu yang sampai menutup jalan, Wira mengatakan, selama perbaikan jalan pihaknya tidak akan menutup jalan Gito-Gati. Artinya, arus kendaraan yang melewati jalan tersebut nantinya dilakukan secara bergantian.
"Selama masa perbaikan, untuk sementara opsi manajemen lalu lintasnya cukup hanya buka tutup saja. Tidak perlu penutupan jalan,"katanya.
Sejatinya, perbaikan jalan Gito-Gati dilakukan pada April 2020 lalu. Namun dikarenakan Menteri Keuangan Sri Mulyani merilis Surat Edaran No.S-247/MK.07/2020, rencana perbaikan jalan yang awalnya dianggarkan Rp23 miliar tersebut tidak bisa dilaksanakan. Sebab alokasi DAK seluruhnya ditarik ke pusat untuk dialihkan ke anggaran penanganan Covid-19. Termasuk perbaikan jalan Gito-Gati.
Baca juga: Awas, Ada Bakteri di Mainan Karet Anak yang Sering Dibawa Mandi
"Untuk tahun ini penanganan baru 1 km saja karena anggaran yang tersedia baru untuk 1 km. Kelanjutannya kami usulkan kembali via DAK TA 2022," jelas Wira.
Warga sekitar jalan Gito Gati pun mendukung rencana perbaikan jalan tersebut. Alasannya, sudah bertahun-tahun jalan tersebut tidak diperbaiki total. Padahal aspal di jalan tersebut sudah tidak layak. "Kalaupun ada perbaikan hanya penambalan jalan yang berlobang saja. Kalau lewat pasti sensasi aspal gronjalnya terasa. Ya syukurlah kalau tahun ini mulai diperbaiki," kata Safitri, warga Sariharjo, Ngaglik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di JEC, dihadiri ribuan peserta dan dorong literasi keuangan inklusif berbasis generasi muda.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.