BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, BANTUL--Pemberangkatan 20 kepala keluarga (KK) calon transmigran dari Bantul ke berbagai daerah untuk 2020 lalu sampai saat ini belum ada kejelasan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat.
“Kami masih menunggu ketentuan dari Pemerintah Pusat. Pada prinsipnya kami sudah siap,” kata Kepala Seksi Tranmigrasi Disnakertrans Bantul, Istiwasono, saat dihubungi Rabu (20/1/2021).
BACA JUGA : 20 KK Asal Bantul Siap Transmigrasi
Istiwasono mengatakan 20 KK calon transmigran sudah siap diberangkatkan karena sudah mendapat pelatihan maupun dukungan anggaran. Sedianya mereka akan diberangkatkan pada Oktober 2020, namun karena kondisi pandemi Covid-19 belum selesai sehingga tertunda.
Sampai Januari 2021 ini pemberangkatan calon tranmigran, kata Istiwasono, juga belum ada kejelasan. Pihaknya menduga kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi dan berbagai bencana yang terjadi di berbagai daerah mempengaruhi kebijakan Pemerintah Pusat dalam memberangkatkan calon transmigran ke berbagai daerah.
Pihaknya menganggap wajar masih tertundanya pemberangkatan calon transmigran. Sebab diakuinya jika dipaksakan untuk diberangkatkan juga repot. Dia mencontohkan jika satu keluarga ayah, ibu, dan anak diberangkatkan kemudian ada pemeriksaan rapit test di bandara.
BACA JUGA : Animo Warga Tinggi, Duh, Kuota Transmigrasi Bantul Cuma
“Misalnya ayah dan ibunya lolos kemudian anaknya tidak lolos kan tertunda lagi,” kata Istiwasono.
“belum lagi ketika sudah sampai di lokasi tujuan tranmigrasi kan harus isolasi mandiri juga selama 14 hari,” sambung Istiwasono.
Sebagaimana diketahui rencana awal pemberangkatan 20 kepala keluarga (KK) transmigran dari Bantul Tahun Anggaran 2020 ke berbagai daerah tujuan, di antaranya ke Kabupaten Paser, Kalimantan Timur; Muna, Sulawesi Tenggara; Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; Wajo, Sulawesi Selatan; dan Sulu Timur, Sulawesi Selatan.
Bekti Mardini, salah seorang calon tranmigran mengaku belum tahu adanya penundaan keberangkatan. Namun selama ini dirinya juga memang belum mengetahui jadwal pemberangkatan, “Dari Dinas Informasinya nanti menunggu undangan pemberangkatan,” ucap dia.
BACA JUGA : Keberangkatan 20 Keluarga Calon Transmigran Asal Bantul
Bekti bersama suaminya, Nasrudin memutuskan mendaftar calon transmigran untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Sebab pekerjaan suaminya hanya sebagai buruh harian lepas. Sementara di lokasi tranmigran sudah dijanjikan mendapat rumah, lahan pekarangan, lahan pertanian, hingga uang saku.
Dia bersama suaminya daftar tranmigran sejak 2016 lalu ke Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Desa Mahalona. Pihaknya baru mendapatkan kabar lolos sebagai calon tranmigran pada 2019 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.