30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Tiga orang remaja yang diduga pelaku klitih diamankan warga di wilayah Kecamatan Sedayu, Bantul kemudian diserahkan ke kantor polisi. Turut diamankan dari tangan pelaku satu buah celurit yang dibawa mencari mangsa dengan menyusuri ring road.
Ketiga terduga pelaku klitih masing-masing OS, 17, warga Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan; Yoga Prakoso, 22, warga Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman; dan Kurniawan Budi, 22, warga Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman.
BACA JUGA : Pentolan Geng Klithih SUD WAT All Base Ditangkap & Anak
Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana mengatakan pengungkapan terduga pelaku klitih bermula pada Sabtu (16/1) malam lalu, sekitar pukul 19.00 WIB, ketiga terduga klitih tersebut berpesta minuman keras di rumah Yoga Prakoso.
Saat berpesta minuman keras mereka mengobroal soal teman mereka yang pernah terkena bacok oleh anggota salah satu geng. “Mereka berencana melakukan pembalasan terhadap geng Vascal,” kata Ardi, saat dihubungi Kamis (21/1/2021).
Pascaobrolan tersebut salah satu dari mereka OS mengambil celurit miliknya, kemudian mereka bertiga menyusuri sejumlah ruas jalan di Ring Road Selatan sambil membawa celurit.
Mereka juga berputar sampai wilayah Gamping hingga Sedayu, “Aksi mereka dicurigai warga kemudian diamankan dan diserahkan ke polisi,” ucap Ardi.
BACA JUGA : Berbuat Klithih Disebut sebagai Syarat Masuk Geng Pelajar
Ardi mengatakan meski belum melakukan aksi kriminal, namun pihaknya tetap memproses ketiga remaja tersebut dengan ancaman Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat 1 tentang kepemilikan senjata tajam, “Yang masih anak-anak wajib apel dan yang dua orang [dewasa] ditahan,” tandas Ardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.