Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi Vaksin COVID-19. /FOTO ANTARA -Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JOGJA-Mengantisipasi kesalahan persepsi msayarakat dan berbagai serangan berita hoaks terkait Vaksin Covid-19, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi vaksinasi, terutama melalui media sosial dengan menggandeng influencer.
Kepala Diskominfo DIY, Ronny Primanto Hari, menjelaskan sosialisasi merupakan upaya untuk mencapai target vaksinasi 70% populasi sehingga tercipta herd immunity. “Agar masyarakat nantinya akan sadar vaksiaasi memang perlu,” ujarnya, Minggu (31/1/2021).
Sosialisasi akan dibuat dalam bentuk konten di sejumlah media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube. Konten video akan diperbanyak karena sejauh ini, masyarakat lebih suka melihat konten video ketimbang sekadar teks atau gambar.
Pihaknya juga telah melakukan peliputan pada beberapa proses vaksinasi di DIY termasuk mewawancarai sumber daya manusia kesehatan (SDMK) atau tokoh masyarakat yang telah mendapat vaksinasi untuk menceritakan apa yang telah dialami. “Sejauh ini belum ada laporan efek negative dari mereka,” katanya.
Untuk lebih menarik perhatian masyarakat, Diskominfo DIY juga akan menggandeng influencer dalam sosialisasi ini. Ia mencontohkan salah satu tokoh yang sudah dilibatkan seperti Den Baguse Ngarso. “kami juga akan libatkan netizen yang memiliki banyak follower, terutama mereka yang punya idealisme untuk membantu penanganan Covid-19,” ungkapnya.
Dalam sosialisasi vaksinasi ini, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp100 juta, yang setiap bulan akan selalu dievaluasi. Selain sosialisasi, pihaknya juga akan memantau berita hoaks yang saat ini sangat mudah beredar di masyarakat melalui media sosial maupun whatsapp.
“Hoaks kusus di DIY tidak banyak, tapi penyebarannya tidak bisa dibatasi wilayah administrasi. Yang banyak melalui whatsapp, karena lebih mudah diedit. Ini yang perlu kami antisipasi sehingga masyarakat nanti tidak punya pendapat yang salah tentang vaksinasi,” katanya.
Meski demikian, Diskominfo DIY tidak memiliki kewenangan untuk melakukan take down pada pemberitaan atau konten hoaks. Pihaknya akan melaporkan kepada Kementerian Kominfo bila menemukan berita atau konten hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.