Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 321 penambahan kasus positif pada Kamis (4/2/2021). Kota Jogja dan Sleman mendominasi penambahan kasus. Sementara 229 kasus dinyatakan sembuh dan enam kasus dilaporkan meninggal. Adapun keseluruhan kasus Covid-19 di DIY nyaris menembus 23.000.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penagnanan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 99 kasus, Bantul 45 kasus, Kulonprogo 35 kasus, Gunungkidul 44 kasus dan Sleman 98 kasus.
BACA JUGA: Lahar Merapi Kembali Mengarah ke Kali Boyong
Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif157 kasus, periksa mandiri 87 kasus, skrining karyawan kesehatan tiga kasus dan belum ada keterangan 74 kasus. “Dari pemeriksaan pada 1.084 sampel dari 1.056 orang,” ujarnya.
Enam kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 18.190, Perempuan 43 tahun, Sleman; Kasus 19.352, Perempuan, 75 tahun, Sleman; Kasus 20.725, Laki laki, 44 tahun, Sleman; Kasus 22245, Perempuan, 72 tahun, Bantul; Kasus 22.508, Laki laki, 62 tahun, Sleman; Kasus 22.552, Perempuan, 52 tahun, Bantul.
Adapun kasus sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 33 kasus, Bantul 80 kasus, Gunungkidul 11 kasus dan Sleman 105 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi 22.906 kasus, dengan rincian 6.230 kasus aktif, 16.145 sembuh dan 531 meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan