Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Kebijakan refocusing senilai Rp140 miliar dari APBD Bantul 2021 dipastikan mengancam sektor pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk pendidikan.
Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan, meski belum mengetahui terkait besaran dan pos yang akan di refocusing oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), namun ada kekhawatiran jika refocusing dijalankan akan berdampak kepada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, kebijakan refocusing akan berdampak kepada besaran nilai belanja dari Disdikpora.
“Tetapi, jika direfocusing, ya mau bagaimana lagi?,” katanya, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Dua Sekolah di Gunungkidul Jadi Percontohan untuk Belajar Tatap Muka
Pada refocusing 2020 lalu, Pemkab Bantul, lanjut Isdarmoko telah melakukan refocusing senilai Rp11 miliar untuk Disdikpora Bantul. Alhasil total anggaran di Disdikpora setelah di refocusing adalah Rp113 miliar. Dengan nilai tersebut, Disdikpora terpaksa harus menunda sejumlah pembangunan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah. Padahal, pembangunan sarana dan prasarana itu mendesak untuk direalisasikan.
“Selain relokasi SD dan pembangunan TK gagal terlaksana, akibat refocusing di 2020 kemarin, kami juga mengurangi sejumlah kegiatan lomba,” ucap Isdarmoko.
Sementara pada 2021, dianggarkan Rp3,8 miliar untuk perbaikan dan pembangunan 19 sekolah. Adapun 19 sekolah tersebut terdiri dari 8 sekolah dasar, 7 sekolah menengah pertama dan 4 sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD). Disdikpora melihat, perbaikan dan pembangunan untuk 19 sekolah tersebut telah memenuhi skala prioritas layanan.
“Namun, kami belum tahu, apakah nanti terkena refocusing atau tidak. Kami akan perjuangkan agar tidak terkena refocusing. Harapannya tentu tidak terkena refocusing,” papar Isdarmoko.
Baca juga: Satu RT Ada 22 Orang Positif Covid-19, Kaliurang Zona Orange
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memerkirakan besaran refocusing pada APBD 2021 adalah senilai Rp140 miliar. Besaran nilai itu sama dengan refocusing yang sempat dijalankan di 2020. Adapun tujuan dari refocusing adalah untuk penyediaan dana bagi penanganan Covid-19.
"Karena kami kan diminta mengatasi beberapa kebutuhan pembiayaaan di antaranya honor tenaga kerja kesehatan dan pendukung vaksinasi," ucap Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.