Gol Justin Hubner Muncul Bersamaan dengan Kabar Pahit Garuda
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Kebijakan refocusing senilai Rp140 miliar dari APBD Bantul 2021 dipastikan mengancam sektor pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk pendidikan.
Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan, meski belum mengetahui terkait besaran dan pos yang akan di refocusing oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), namun ada kekhawatiran jika refocusing dijalankan akan berdampak kepada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, kebijakan refocusing akan berdampak kepada besaran nilai belanja dari Disdikpora.
“Tetapi, jika direfocusing, ya mau bagaimana lagi?,” katanya, Minggu (7/3/2021).
Baca juga: Dua Sekolah di Gunungkidul Jadi Percontohan untuk Belajar Tatap Muka
Pada refocusing 2020 lalu, Pemkab Bantul, lanjut Isdarmoko telah melakukan refocusing senilai Rp11 miliar untuk Disdikpora Bantul. Alhasil total anggaran di Disdikpora setelah di refocusing adalah Rp113 miliar. Dengan nilai tersebut, Disdikpora terpaksa harus menunda sejumlah pembangunan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah. Padahal, pembangunan sarana dan prasarana itu mendesak untuk direalisasikan.
“Selain relokasi SD dan pembangunan TK gagal terlaksana, akibat refocusing di 2020 kemarin, kami juga mengurangi sejumlah kegiatan lomba,” ucap Isdarmoko.
Sementara pada 2021, dianggarkan Rp3,8 miliar untuk perbaikan dan pembangunan 19 sekolah. Adapun 19 sekolah tersebut terdiri dari 8 sekolah dasar, 7 sekolah menengah pertama dan 4 sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD). Disdikpora melihat, perbaikan dan pembangunan untuk 19 sekolah tersebut telah memenuhi skala prioritas layanan.
“Namun, kami belum tahu, apakah nanti terkena refocusing atau tidak. Kami akan perjuangkan agar tidak terkena refocusing. Harapannya tentu tidak terkena refocusing,” papar Isdarmoko.
Baca juga: Satu RT Ada 22 Orang Positif Covid-19, Kaliurang Zona Orange
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memerkirakan besaran refocusing pada APBD 2021 adalah senilai Rp140 miliar. Besaran nilai itu sama dengan refocusing yang sempat dijalankan di 2020. Adapun tujuan dari refocusing adalah untuk penyediaan dana bagi penanganan Covid-19.
"Karena kami kan diminta mengatasi beberapa kebutuhan pembiayaaan di antaranya honor tenaga kerja kesehatan dan pendukung vaksinasi," ucap Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.