Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan murid sekolah atau anak-anak belum masuk priortas vaksinasi Covid-19. Selain belum ada instruksi dari Pemerintah Pusat, uji klinis vaksin untuk anak-anak juga belum ada.
Pemerintah telah menargetkan pada Juli mendatang sudah bisa memulai pembelajaran tatap muka. Guna menyukseskan program ini, upaya vaksinasi di lingkup pendidikan juga sudah dimulai. Meski demikian, sasaran baru diberikan kepada tenaga pendidik.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, proses vaksinasi tahap kedua denga sasaran pemberi layanan publik sudah dimulai sejak minggu lalu. Untuk tahap awal, sektor tenaga pendidik menjadi prioritas mendapatkan vaksin.
“Para guru ini sudah mulai divaksin. Langkah itu, juga sebagai upaya mendukung rencana pembejalaran tatap muka mulai Juli,” kata Dewi kepada Harianjogja.com, Minggu (7/3/2021).
BACA JUGA: Mahfud Beberkan Kenapa Moeldoko Terima Tawaran Jadi Ketum Demokrat
Namun demikian, sambung Dewi, pemberian vaksin masih sebatas tenaga pendidik. Sedangkan untuk murid sekolah, ia belum bisa memastkan kapan vaksinasi bisa diakukan.
Menurut dia, ada beberapa penyebab vaksinasi anak belum bisa dilakukan. Dewi berdalih hingga sekarang belum ada instruksi karena sasaran baru untuk orang dewasa dan lansia. Selain itu, vaksin belum bisa terlaksana karena uji klinis untuk anak-anak juga belum ada.
“Uji klinis ini sangat penting untuk keamanan dalam penggunaan. Hingga sekarang belum ada uji klinisi untuk anak-anak sehingga proses vaksinasi urung dilaksanakan,” katanya.
Untuk uji klinis, Dewi menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan pembuat vaksin. “Setahu saya di Indonesia belum ada. Mungkin yang sudah melakukan uji klinis di luar negeri,” katanya.
Kepala Bidang Pembina Ketenagaan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Tijan mengatakan, untuk vaksinasi sudah mendata 9.419 calon penerima dari kalangan tenaga pendidik. Adapun rinciannya, sebanyak 1.639 guru dari Paud, 1.619 orang merupakan guru TK. Sedangkan sisanya sebanyak 4.872 guru SD dan 1.289 guru SMP.
“Mereka sudah kami data untuk mendapatkan vaksin tahap kedua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.