Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Sri Sultan Hamengku Buwono X./Harian Jogja-Desi SUryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parwabudaya Kraton Ngayogyakarta GKR Mangkubumi mengungkapkan kesannya terhadap Sri Sultan HB X dalam acara Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X yang ke-32 tahun pada Minggu (7/3/2021).
GKR Mangkubumi mengatakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak menyelenggarakan peringatan kenaikan takhta seperti tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemi. "Kami tidak mengadakan seperti tahun sebelumnya. Kalau hajad dalem kan selalu ada, cuma tidak melakukan seperti tahun sebelumnya yang banyak orang, tidak seperti itu," kata putri sulung HB X ini.
Mangkubumi mengungkapkan sosok HB X sebagai Raja Kraton yang telah bertakhta selama 32 tahun hidupnya lebih banyak untuk mengabdi untuk masyarakat. Soal pengabdian ini pula yang selalu diajarkan HB X kepada putri-putrinya.
BACA JUGA: UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara, Ini Penyebabnya
"Pengabdian kepada masyarakat itu yang menjadi bahwa hidupnya Ngarso Dalem itu mengabdi, ora dumeh. Itu pun disampaikan kepada anak-anaknya, kalau sudah selesai sekolah tugasmu ya mengabdi," ujarnya sembari menirukan pesan HB X.
Mangkubumi juga mengungkap HB X yang selalu berpesan kepadanya soal hidup mandiri. Tanggungjawab orangtua hanya sampai sekolah dan jika telah selesai maka harus bekerja sesuai keahlian.
"Beliau selalu berpesan sebagai anak perempuan itu tetap harus mandiri, tugas orangtua hanya sampai sekolah, kalau sudah selesai ya harus cari uang sesuai pedidikanmu, dapat uang dari bekerja.
Mungkin pandangan orang lain mengira kita enak, dikasih uang untuk bikin perusahaan, kita enggak seperti itu," katanya.
Serasehan Jumenengan Dalem HB X digelar secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Menghadirkan narasumber antara lain akademisi Profesor Edy Suandi Hamid, Sekber Keistiwaan DIY, Widihasto Wasana Putra dan Ketua Dewan Penasihat Kadin DIY Robby Kusumaharta. Ketiganya memaparkan berbagai pengalaman mereka hingga penilaian kontribusi Sri Sultan Hamengkubuwono X terhadap DIY, baik dari sisi pendidikan, ekonomi hingga keistimewaan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
KPK menduga eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono meminta fee 10 persen dari proyek. Penyidikan terus dikembangkan.
Argentina dan Swiss melengkapi 8 besar Piala Dunia 2026. Simak jadwal perempat final dan link nonton resmi di sini.
Tol Prambanan–Purwomartani disiapkan untuk mudik Lebaran 2027. Flyover exit Purwomartani akan difungsikan dua arah.
Danantara gandeng Tony Blair Institute percepat transformasi BUMN, dorong investasi global, hilirisasi, dan daya saing Indonesia.
India bantu konservasi Candi Prambanan. Dispar DIY optimistis kolaborasi ini perkuat pelestarian dan daya tarik wisata Jogja.