Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo memeriksa bangkai burung Kuntul yang mati di kawasan Hutan Bakau pada Februari lalu.-Harian jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Hasil pemeriksaan tewasnya kawanan burung Kuntul di Hutan Bakau, Kapanewon Kretek, beberapa waktu lalu masih belum didapat oleh Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul. Hingga kini cuaca dan kelaparan masih diprediksi jadi penyebab utama.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo menyebutkan terakhir proses pemeriksaan masih dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Pemkab juga belum mendapat arahan apa yang harus dilakukan dengan peristiwa tersebut.
BACA JUGA: 2 Pemuda Teler Kecelakaan di Hutan Sodong Jadi Awal Ungkap Peredaran Koplo
Joko mengatakan burung Kuntul termasuk hewan langka yang kewenangannya lebih banyak pada BKSDA. "Karena yang mengirim [sampel pemeriksaan] dulu BKSDA. BKSDA sampai sekarang belum menghubungi hasil laporan hasil pemeriksaannya," ujarnya pada Selasa (9/3/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.