23 Warga Sleman Terdampak Gas Bocor di Bayen, Sampel Air Diuji
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Udin, salah seorang petani bawang merah di Desa Srigadin, Sanden, menyirami tanaman bawang merah yang dimiliki, Rabu (25/7/2018). Penyiraman rutin dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panen dapat lebih maksimal./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Benih bawang merah lokal di pesisir selatan Bantul kini dikabarkan telah hilang digantikan benih bawang dari luar.
Salah satu petani bawang merah di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Purwanto menuturkan susahnya mencari benih bawang merah lokal Tiron. Padahal benih lokal ini punya keunggulan. Meski hasilnya lebih sedikit ketimbang jenis benih bawang dari Thailand, tapi warna, rasa, dan aroma benih lokal jauh lebih bagus. "Panennya, jumlah tonnya memang lebih sedikit, cuma ketahanan terhadap cuacanya kuat benih bawang merah lokal," ujarnya pada Selasa (9/3/2021).
Dari segi harga, selisih harga benih lokal dan benih Thailand pun cukup mencolok. Purwanto menjelaskan benih lokal paling dipatok kurang dari Rp30.000 per kilogram. Sementara benih bawang merah Thailand saat ini harganya telah mencapai Rp43.000 per kilogram. Harga benih bawang merah Thailand saat ini memang tengah naik-naiknya. "Biasanya Rp32.000 per kilogram," tuturnya.
Purwanto sangat menyayangkan hilangnya jenis lokal Tiron. Menurutnya, hal itu terjadi karena petani yang mungkin belum mampu melestarikan benih bawang merah lokal. Benih yang sering dipakai saat ini, benih bawang merah Thailand didatangkan juga dari luar Bantul yakni dari Nganjuk, Jawa Timur. Kendati mahal, Purwanto tetap membeli benih tersebut agar hasil panenan sesuai yang diharapkannya.
BACA JUGA: Ini Alasan Mahfud MD Tak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Tewasnya 6 FPI
Harga benih bawang merah yang begitu tinggi membuat modal usaha budidaya yang dikeluarkan pun ikut membengkak. Menurut Purwanto, dengan harga benih Rp40.000-43.000 per kilogram paling tidak harga jual yang menguntungkan saat panen kelak harus di harga minimal Rp15.000 per kilogram. "Kalau pas panen harganya Rp8000 jelas tombok. Harga Rp10.000 ngepres. Paling tidak ya Rp15.000, artinya petani dapat untung, pedagang juga dapat untung," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.