Pemkot Jogja Target Kurangi Kawasan Kumuh 13,72 Hektare pada 2026
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memerkirakan musim kemarau terjadi mulai April 2025. Meski begitu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul tidak khawatir terjadi gagal panen meski baru memasuki musim tanam.
Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Yogyakarta memperkirakan musim kemarau mulai terjadi di beberapa wilayah di Indonesia pada April tahun ini. Untuk wilayah DIY, diperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2025.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan ada 521 hektare lahan sawah tadah hujan di Bantul saat ini masih dalam proses penanaman. Lahan sawah tadah hujan tersebut berada di Dlingo dan Imogiri. Penanaman di sana telah dimulai sejak musim hujan terjadi di DIY beberapa waktu lalu.
Joko menyebut lahan sawah tadah hujan tersebut ditanami palawija, sehingga tidak memerlukan banyak air. Sehingga dia mengaku tidak khawatir terjadi gagal panen di lahan tersebut.
“Saya kira bila benar-benar April mulai kemarau kita yang khawatirkan daerah atas, perbukitan seperti Dlingo dan Imogiri bawah tidak masalah. Kondisi air masih jalan [masih ada],” katanya, Rabu (16/4/2025).
BACA JUGA: Sudah Enam Tahun Review RTRW Gunungkidul Belum Juga Kelar, Bupati Endah Beri Atensi
Selain itu, dia menyebut DKPP Bantul juga telah memberikan pompa air untuk membantu pengairan selama musim kemarau di lahan sawah tadah hujan. Dia menyebut setiap kelompok tani di sana telah memiliki pompa tersebut.
Sehingga menurutnya, pompa yang ada mencukupi kebutuhan pengairan untuk lahan sawah tadah hujan milik satu kelompok.
Lurah Selopamioro, Sugeng menyebut saat ini lahan sawah tadah hujan di wilayahnya ada sekitar 1.820 hektare. Dia menuturkan penanaman di lahan sawah tadah hujan di sana mulai dilakukan saat musim hujan akhir tahun lalu.
“Ini masih dalam proses penanaman, ada yang ditanami jagung, tembakau, kacang-kacangan, sayuran dan bawang merah,” katanya.
Dia mengaku penanaman di sana pun tidak memerlukan banyak air, sehingga ketika April ini diperkirakan musim kemarau tiba, maka dia tidak khawatir akan mempengaruhi penanaman di sana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Mesir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti berkat strategi analisis video kiper lawan.
Pengendara motor berusia 70 tahun meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan mobil di Jalan Jogja-Solo Km 10,5 wilayah Berbah, Sleman.
Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu dan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Messi kembali mencetak gol ketujuhnya di turnamen.
Sering mengantuk saat bekerja? Ketahui penyebabnya dan 11 cara efektif mengusir kantuk agar tetap fokus, produktif, dan aman selama beraktivitas.
Swedia menjadi pemilik paspor terkuat dunia 2026 versi Global Passport Index. Indonesia berada di peringkat 119 dari 197 negara.