Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi kematian/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana Putra belum bisa memastikan penyebab kematian Kanang, 40, pemburu yang ditemukan tewas ladang di Kalurahan Kalitekuk, Semin pada Minggu (14/3/2021). Meski demikian, hasil penyelidikan awal mengungkap senapan milik korban tidak berfungsi dengan normal.
“Sudah kami amankan dan ternyata tidak berfungsi dengan normal,” kata Riyan, Rabu (17/3/2021).
BACA JUGA: Mudik Tak Akan Dilarang, Ini Tanggapan Sultan Jogja
Menurut dia, senjata yang dimiliki sudah diperiksa. Hasilnya, pelatuk dari senjata tersebut bisa tertarik sendiri apabila terkena hentakan atau gesekan secara keras. “Sudah dicoba dan ternyata tidak normal. Sebab, saat kena hentakan keras bisa menembak sendiri, meski pelatuknya tidak ditarik,” ungkapnya.
Riyan mengatakan bukti yang didapatkan masih sangat minim untuk mengungkap kepastian kematian korban. Terlebih lagi, kata dia, keluarga juga telah menerima kejadian yang menimpa permburu itu. “Kalau melihat senapan, bisa saja kematian akibat tertembak sendiri tanpa ada kesengajaan. Tapi, untuk memastikan masih butuh penyelidikan mendalam,” katanya.
Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Gunungkidul, Andri Yulianto memastikan korban Kanang belum masuk sebagai anggota Perbakin. Ia berharap peristiwa yang terjadi pada korban bisa menjadi pembelajaran sehingga kasus yang sama tidak terulang.
Organisasnya akan terus melakukan sosialisasi agar para pemburu menggunakan senapan ikut bergabung sebagai anggota Perbakin. “Kami akan terus sosialisasikan dan saat masuk anggota bisa ikut dalam ajang resmi dalam menyalurkan hobinya tersebut,” katanya.
Kanang ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian dada di sebuah ladang di Kalurahan Kalitekuk. Awalnya, Kanang bersama-sama dengan seorang rekannya berburu burung di kawasan hutan di Kalitekuk. Pada Minggu pagi ketiganya pun berangkat ke lokasi buruan.
Setelah sampai di lokasi mereka berpencar guna mencari lokasi kesukaan masing-masing. Beberapa jam berburu, salah satu pemburu, Bambang, mencoba menghubungi Kanang untuk mengetahui keberadaannya, tapi tidak ada jawaban.
BACA JUGA: Ini Perkiraan BMKG tentang Awal Musim Kemarau di DIY
“Teman sesama berburu ini pun mencari bantuan dengan menelepon Turmudi [sesama pemburu]. Saat dikontak, ia pun datang ke lokasi guna mencari keberadaan Kanang,” kata Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto
Sekitar pukul 15.00 WIB, Kanang ditemukan dalam posisi terlentang dengan hidung mengeluarkan darah. “Setelah meminta bantuan warga setempat, kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Semin,” ujat Suryanto.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis. Kanangdinyatakan meninggal dunia sekitar lima jam sebelum ditemukan. Selain itu, di dada bagian kanan juga terdapat lubang yang diduga bekas proyektil senapan angin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.