Ini Perkiraan BMKG tentang Awal Musim Kemarau di DIY

Ilustrasi - Freepik
17 Maret 2021 13:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG Staklim) DIY menyatakan potensi hujan es masih bisa terjadi hingga April 2021. Awal musim kemarau akan datang pada April.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan pada 2021, hujan es di wilayah DIY terjadi sebanyak lima kali.

BACA JUGA: Bahaya! Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 di Medsos

“Hujan es cenderung di wilayah kota Jogja, Sleman dan Bantul. Biasanya daerah-daerah yang berpotensi terjadi hujan es mempunyai fluktuasi suhu yang sangat tajam. Perbedaan suhu yang sangat tajam di jam-jam tertentu bisa melebihi 4,5 derajat Celcius," ujar Reni, Rabu (17/3/2021).

Perbedaan suhu akan berdampak pada dinamika atmosfer.

“Pada jam 7 dan 10 pagi selisihnya bisa sampai 4,5 derajat. Kemudian, kelembaban udara di lapisan 700 milibar bisa di atas 60 persen. Kemudian di sekitar area tersebut terdapat awan cumulonimbus yang cukup besar dan pertumbuhannya cukup tinggi hingga titik beku sehingga bisa mengakibatkan hujan es," ucap Reni.

Reni mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi saat pergantian musim hujan ke kemarau.

BACA JUGA: Terbilang Masih Baru, Underpass Kentungan Hujan Kritikan. Warganet: Ban Sampai Bocor

"Awal musim kemarau di DIY bervariasi yakni dari April dasarian III sampai Mei dasarian II. Potensi hujan ekstrem masih terjadi hingga Maret ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk wilayah DIY dan sekitarnya tetap waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang," terang Reni.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengatakan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG Staklim DIY sudah disampaikan kepada aparat kapanewon, kalurahan, hingga sukarelawan..

“Seluruhnya sudah kami persiapkan apabila,” kata dia.