PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Ini Kata Pieter Huistra
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Peternak udang vaname di Pantai Samas. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Peternak udang vaname di Pantai Samas membutuhkan bantuan secara teknis maupun pengetahuan. Pasalnya hingga kini belum ada instansi yang memberikan bantuan pengembangan kapasitas para peternak udang.
Salah satu peternak udang vaname di Pantai Samas, Eko Susanto mengaku sampai saat ini belum ada bantuan dari instansi terkait yang masuk kepada para peternak. Padahal menurut Eko peternak sangat butuh bantuan modal dan peralatan maupun pengetahuan pengendalian penyakit udang. "Belum ada bantuan permodalan. Harapan yang diinginkan peternak adalah satunya bantuan modal itu kalau bisa diberikan," tuturnya Minggu (21/3/2021).
Adapun bantuan alat yang diperlukan para peternak menurut Eko beragam. Mulai dari kincir air, alat pengukur kadar oksigen, alat pengukur pH dan beberapa piranti lainnya. "Yang dibutuhkan peternak itu alat, ya kincir, disel air. Kalau oksigen memenuhi enggak apa-apa, di sini kan untuk alat kurang," ujarnya.
Baca juga: Warga Bogor Sudah Bisa Nonton di Bioskop Lagi
"Untuk mengukur kadar garam enggak ada, untuk mengukur sanitasi air, pH air itu enggak ada. Selama ini teman-teman harus pinjam kemana-mana, ke dinas-dinas," imbuhnya.
Menurut Eko terhitung sangat penting adanya sosialisasi menyangkut obat atau teknik cara pengendalian penyakit terbaru. Selain itu untuk mengakses obat udang pun cukup susah, Eko harus membeli sampai Purworejo atau Congot.
"Jelas kan kita soal obat beli, di sini pun enggak ada harus ke Purworejo atau Congot. Enggak ada sosialisasi kalau udang kena penyakit ini harus diapain, obatnya apa. Selama ini cuma getok tular dari teman-teman peternak penyakit ini harus dikasih obat ini," tandasnya.
Baca juga: Mantap! Vaksin Merah Putih Bisa Dipakai Awal 2022
Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY, Krisma Eka Putra menerangkan dalam aspek perikanan budidaya salah satunya tambak udang. Namun kerap kali tambak udang dikesankan kumuh, parsial dan tidak tertata. "Kami membangun suatu konsep, supaya tambak-tambak parsial ini yang berada di wilayah pesisir bisa jadi satu di satu tempat. Nanti limbahnya dikelolanya satu, terus nanti proses tebar, proses panen, lalu teknologinya itu kita bisa kelola dengan baik di satu tempat," terangnya.
Konsep yang disampaikan Krisma disebut translokasi udang berbasis budaya. Konsep tersebut sudah diserahkan Krisma ke Bupati Bantul dengan gambaran umum dan teknis pelaksanaannya. "Kemarin kita sudah koordinasi dengan Pemda DIY dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dan Paniradya Kaistimewan, karena ini bagian mendukung visi misi Gubernur DIY menyongsong peradaban Samudera Hindia," tambahnya.
"Untuk perikanan budidaya itu disiapkan di Kapanewon Sanden. Kami memang membuat desainnya berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY di wilayah Kapanewon Sanden. Ini semua sudah siap, tapi kan kita memang harus melaksanakan proses birokrasi seperti apa yang seharunya, tapi prinsip semuanya sudah siap," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.