Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – BPBD memprediksi wilayah Gunungkidul akan memasuki kemarau mulai akhir Mei mendatang karena untuk sekarang sedang masuk masa pancaroba. Di masa peralihan dari musim hujan ke kemarau ini, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hingga dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, berhubung sudah memasuki masa pancaroba, intensitas hujan yang turun mulai berkurang. Meski demikian, sambung dia, potensi bencana masih mungkin terjadi, khususnya terkait bencana angin kencang. “Potensinya merata di seluruh wilayah di Gunungkidul,” kata Edy kepada wartawan, Senin (5/4/2021).
BACA JUGA :Lisus Terjang Karangmojo, 3 Rumah Rusak, 1 Warga Terluka
Dia pun meminta kepada masyarakat untuk waspada dan tetap berhati-hati. Pasalnya, meski sudah masuki masa peralihan, namun potensi hujan lebat dengan durasi waktu yang tidak lama tetap bisa menimbulkan bahaya. “Harus berhati-hati khususnya angin kencang. Untuk antisipasi bisa dilakukan dengan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang telah rimbun,” katanya.
Ia menjelaskan, potensi musibah bisa terlihat adanya beberapa kejadian yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur pada Minggu (4/4). Hasil pendataan dari tim pusdalops BPBD melaporkan adanya beberapa kerusakan akibat embusan angin kencang yang disertai hujan lebat.
Sebagai contoh, di Kapanewon Patuk ada tiga rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat karena tertimpa pohon tumbang. Selain itu, di Kapanewon Playan juga dilaporkan adanya kerusakan empat rumah akibat embusan angin kencang.
“Hujan juga mengakibatkan longsor di ruas jalan Jogja-Wonosari di Kalurahan Patuk, Patuk sehingga lalu lintas kendaraan terganggu,” katanya.
BACA JUGA : BENCANA GUNUNGKIDUL : Diterjang Lisus, Rumah Lindri
Disinggung mengenai datangnya musim kemarau di wilayah Gunungkidul, Edy mengakui berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY diperkirakan kemarau mulai datang di akhir Mei mendatang.
“Tentunya saat memasuki kemarau, kami juga melakukan langkah antisipasi guna mengatasi masalah kekeringan yang melanda di sejumlah wilayah di Gunungkidul,” katanya.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada Minggu tidak hanya mengakibatkan sejumlah kerusakan rumah. Namun demikian, di Kalurahan Semoyo, Patuk ada pohon tumbang yang mengakibatkan salah seorang warga mengalami luka di bagian kepala.
“Tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Tapi, korban terpaksa harus mendapatkan delapan jahitan di bagian kepala karena terluka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.