WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi. /JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN-Kemenag Sleman membolehkan pelaksanaan ibadah ramadan di masjid dengan sejumlah pembatasan, menerapkan protokol kesehatan dan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi Covid-19 di masing-masing wilayah.
Kasubag Tata Usaha Kemenag Sleman, Tulus Dumadi, menjelaskan sejumlah protokol kesehatan yang wajob dipatuhi di antaranya penggunaan masker, penerapan jaga jarak antar jemaah serta imbauan membawa mukena sajadah sendiri.
Selain itu, kapasitas mashid dibatasi 50%. Pengajian atau kuliah tujuh menit (kultum) taraweh atau subuh diperbolehkan dnegan batasan waktu maksimal 15 menit dan tetap menjaga protokol kesehatan.
BACA JUGA: Sultan Bolehkan Salat Tarawih Berjemaah di Masjid, Asal....
"Tapi tetap memperhatikan keputusan Gugus Tugas Covid-19 masing-masing wilayah. Kalau zona merah atau oren, maka penyelenggara harus taat sesuai zonasi, merah dan oren seyogyanya ibadah selama ramadan di rumah masing-masing," katanya, Selasa (6/4/2021).
Begitu pula untuk kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit bawaan sebaiknya melaksanakan ibadah dari rumah. Ia mengimbau seluruh takmir atau penyelenggara ibadah ramadan untuk tetap patuhi protokol kesehatan.
"Setelah keluar SE Menag No. 3/2021 tentang Panduan Ramadan dan Idul Fitri, Kemenag DIY akan keluarkan SE juga menyesuaikan. Kami pun akan sampaikan kepada takmir masjid sekabupaten Sleman," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.