Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Siswa SMKN 1 Bantul mulai melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka Senin (19/4/2021). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Dimulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mendapat sejumlah tanggapan dari warga sekolah. Baik guru maupun murid memiliki pandangan sendiri atas diberlakukannya kembali pembelajaran di sekolah.
SMKN 1 Bantul menjadi salah satu sekolah di DIY yang menggelar tatap muka terbatas. Tanggapan positif muncul dari pengajar sekolah. Guru Akuntansi SMKN 1 Bantul, Samilah menyambut baik dimulainya kembali pembelajaran tatap muka meski terbatas. "Ya kalau saya secara pribadi sebagai guru, kami memang menunggu pembelajaran tatap muka ini," ujarnya pada Senin (19/4/2021).
BACA JUGA : PTM Hari Pertama di SMKN 1 Jogja Terpantau Lancar
"Meskipun kita betapa inginnya segera untuk melakukan KBM tatap muka, tapi keselamatan tetap menjadi nomor satu. Makanya ini dari pagi kita mengondisikan ini supaya kondusif," tambahnya.
Dari segi pembelajaran Samilah menilai pembelajaran tatap muka memiliki beberapa perbedaan dengan pembelajaran daring. Salah satu aspek yang cukup berbeda yakni pada tahapan penyelesaian masalah pembelajaran. "Ya berbeda, lebih enak kalau tatap muka. Ketika ada masalah kan langsung tertangani. Pembelajaran praktik, kan kalau SMK banyak praktiknya. Meskipun hanya setangah-setengah masuknya, separuh tatap muka separuh daring," ujarnya.
Siswa punya pandangan sendiri atas diberlakukannya kembali pembelajaran tatap muka terbatas. Siswa Kelas XI Akuntansi SMKN 1 Bantul, Kholifatun Nugraeni menyebutkan uji coba pembelajaran tatap muka terkesan nanggung. Pasalnya sebentar lagi semester genap akan selesai.
BACA JUGA : Sekolah di Jogja Jangan Paksakan Ortu & Siswa yang Tak Siap PTM
"Tanggapannya nanggung, soalnya semester duanya sudah mau selesai. Jadi kan nanggung, terus masuknya pas puasa jadi kurang efektif," ujarnya.
Kholifatun tak mempersoalkan perihal sistem sif yang membuat siswa masuk bergiliran atau hanya 50 persen dari kapasitas. Dia mengaku di luar sekolah sering bertemu teman-temannya. "Ketemu teman-teman lagi meski hanya separuh biasa aja. Soalnya sering ketemu di luar, tapi enggak begitu sering," tuturnya.
Diharapkan Kholifatun di semester ke depannya pembelajaran tatap muka bisa dilakukan kembali dengan normal. "Harapannya ke depannya bisa masuk lagi karena sudah kelas XII. Jadi bisa lebih full belajarnya," ungkapnya.
BACA JUGA : Gantikan SMAN 9 Jogja, Percontohan PTM SMAN 6 Ditunda karena Belum Selesai Vaksin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.