Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Padukuhan Jongke Kidul, Sendangadi, Mlati, Sleman menjadi klaster penularan covid-19 baru setelah ditemukan 35 warga positif dengna dua orang meninggal. Puskesmas Mlati bersama Satgas Covid-19 Kalurahan Sendangadi pun menggelar skrining masal untuk 300 warga selama dua hari.
Satgas Covid-19 Kalurahan Sendangadi, Parjiono, menjelaskan dari 35 kasus positif yang ditemukan di Jongke kidul, saat ini sebagian besar telah sembuh dan selesai menjalani isolasi mandiri. “Ada juga yang dibawa ke rumah sakit, tapi sudah pulang,” ujarnya, Kamis (22/4)/2021.
Sementara dua kasus meninggal kata dia, merupakan lansia dan memiliki komorbid. Klaster di Jongke Kidul bermula dari ditemukannya satu kasus di salahs atu keluarga pada 8 April lalu, yang kemudian secara bersamaan ditemukan pula sejumlah kasus lainnya oleh warga yang melakukan swab mandiri.
Menindaklanjuti banyaknya kasus positif ini, maka selama dua hari, Kamis dan Jumat (22-23/4/2021) digelar skrining masal di Gedung Serba Guna Jongke Kidul, dengan target 300 warga. “Undangannya 300, dibagi dua hari jadi satu hari 150 orang,” katanya.
Karena dari 35 kasus positif sudah sembuh, maka skrining ini menjadi upaya memutus rantai penularan covid-19 di Jogje kidul. Meski demikian tidak semua warga mengikuti skrining masal ini karena menurutnya beberapa warga sudah melakukan tes mandiri.
Untuk warga yang melakukan isolasi mandiri ia memastikan mendapatkan jaminan hidup berupa bahan makanan baik dari Satgas Covid-19 Kalurahan, padukuhan maupun warga secara swadaya. “Setelah ini jika ditemukan positif isolasi mandiri. Lalu pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan juga diperpanjang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Larangan Mudik Mulai Berlaku, Pemudik yang Nekat Masuk Jogja Diwajibkan Lakukan Hal Ini
Kepala Puskesmas Mlati, Ernawati, menuturkan dua hari skrining mwlibatkan warga dari empat RT, yakni RT 4, RT 5, RT 6, RT 7 dan RT 8. Skrining dilakukan dengan tiga metode yakni rapid antibody, swab antigen dan swab PCR.
“Kalau kontak suah lama dites PCR mungkin negative. Makanya kalau lebih dari semuinggu kami tes antigen. Kalau masih dalam satu minggu kami rapid antibody. Kalau bergejala PCR. Kalau dari hasil antigen reaktif, lanjut ke PCR. Tadi juga ada yang lanjut ke PCR sementara empat orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 8 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 8 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global