Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kasubid Gakum Ditpolairud Polda DIY, AKBP Fajar Pambudi (tengah) memperlihatkan sejumlah barang bukti dari pelaku penangkapan penyu, di Polda DIY, Kamis (22/4)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, KULONPROGO- Edukasi masyarakat tentang satwa dilindungi perlu ditingkatkan. Tujuh nelayan di Tepus diringkus Ditpolairud Polda DIY setelah menangkap dan membunuh penyu untuk dimakan, di Pantai Watu Lawang pada 26 Maret lalu.
Kasubid Gakum Ditpolairud Polda DIY, AKBP Fajar Pambudi, menjelaskan aksi ketujuh nelayan ini diketahui setelah sebuah video Tiktok viral memperlihatkan bagaimana ketujuh nelayan yang belakangan diketahui berinisial SP, 40 tahun; SD 38 tahun; WS, 55 tahun; SM, 55 tahun; WS 42 tahun; dan IM, 47 tahun; ramai-ramai menangkap penyu jenis Lekang.
Mengetahui video tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY kemudian melaporkan kepada Ditpolairud Polda DIY yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan bersama. “Ada tujuh orang yang diduga menangkap penyu dalam video itu,” ujarnya, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Trending Topic di Twitter, Warganet Heboh Bandingkan BPJS Kesehatan dengan Kitabisa
Berdasarkan pemeriksaan, ketujuh pelaku memiliki peran masing-masing, diantaranya menangkap, membunuh dan memotong-motong dan mengangkut. Sejumlah barang bukti yang diamankan diantaranya alat pancing, tampar plastic, ember plastic, pisau, sebatang bambu dan satu unit mobil Versa yang digunakan untuk mengangkut penyu.
Kepala BKSDA DIY, Muhammad Wahyudi, menjelaskan Indonesia memiliki enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia. Sebagaimana unsur alam lainnya, penyu berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem terutama di sekitar terumbu karang.
Ia mencontohkan seperti penyu sisik yang memakan ubur-ubur. Jika penyu sisik tidak ada maka populasi ubur-ubur yang merupakan pemakan telur dan ikan kecil akan booming dan menyebabkan telur dan ikan kecil akan habis. “kami berharap pertatian semua pihak, satwa yang dilindungi bukan hanya di Indonesia tapi dunia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
10 iPhone lawas yang masih layak dipakai pada 2026, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga bekas per September.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.