DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
ILustrasi penjambretan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Seorang pedagang di Pasar Semin, Yuniati,30, menjadi korban pembegalan di ruas jalan Semin-Cawas, Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 02.00 WIB. Meski berhasil selamat, korban harus rela kehilangan uang tunai sebesar Rp4 juta.
Peristiwa nahas ini bermula saat Yuniati berangkat dari rumahnya di Kalurahan Bendung menuju Pasar Semin untuk berjualan. Ia naik sepeda motor Honda Supra X AB 6867 HW sendirian. Setibanya di jalan raya, korban dipepet pengendara motor yang berboncengan hingga terjatuh.
Setelah terjatuh, Yuniati diancam menggunakan senjata tajam jenis clurit agar menyerahkan barang yang didalam tasnya. Korban tak berdaya hingga akhirnya menyerahkan tas berisi smartphone dan uang tunai Rp4 juta dibawa kabur oleh orang tak dikenal.
Baca juga: Terminal di Jakarta akan Tes Acak Covid-19 Pelaku Perjalanan Darat
Lurah Bendung, Didik Rubiyanto membenarkan adanya peristiwa pembegalan yang menimpa salah seorang warganya. Menurut dia, korban terpaksa menyerah tas yang dimiliki karena diancam menggunakan celurit.
"Kontan korban takut hingga terpaksa menyerahkan isi tasnya," kata Didik, Minggu sia.
Menurut dia, peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Semin. Didik berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama sehingga tidak keluar rumah sendirian, khususnya pada saat malam maupun dini hari. "Korban sempat syok, tapi kondisinya sekarang sudah membaik," ujarnya.
Kapolsek Semin Akap Arif Heriyanto membenarkan adanya laporan pembegalan yang terjadi di ruas Jalan Semin-Cawas dengan korban pedagang di Pasar Semin. Laporan dilakukan pada Minggu sekitar pukul 08.30 WIB.
"Korban seorang perempuan yabg kehilangan tas berisi smarphone dan uang tunai Rp4 juta," kata Arif.
Baca juga: Terungkap! Data Kualitas Udara China Direkayasa
Menurut dia, petugas sedaang melakukan penyelidikan untun mengungkap kasus ini. Selain memeriksa korban, pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Di sekitar lokasi tidak ada CCTV, korban pun tidak ingat sepeda motor dan ciri pelaku namun kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil dari pemeriksaan korban tidak hanya diancam karena juga mengalami kekerasan secara verbal. "Pelaku memepet dan mendorong korban hingga terjatuh dari motor yang dinaiki," ujarnya.
Dengan tingginya angka kriminalitas di wilayah Polres Gunungkidul, Arif mengimbau kepada masyarakat agar tetap berwaspada dan hati-hati saat beraktivitas. Terlebih jika malam hari agar tidak sendirian.
"Upaya patroli kamtibams terus dilakukan. Tapi untuk efektivitas juga butuh peran dan partisipasi dari masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.