Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, WONOSARI – Jumlah kasus penderita DBD di Gunungkidul menurun drastis. Meski demikian, masyarakat diminta tetap wasada terhadap ancaman gigitan nyamuk aedes agepty.
Data dari dinas kesehatan Gunungkidul, sejak Januari hingga pertengahan April ada 35 warga yang terserang DBD. Jumlah ini menunjukan adanya grafik penurunan karena di Januari 2020 ada 142 kasus. Secara keseluruhan tahun lalu ada 975 kasus, dengan empat orang meninggal dunia.
BACA JUGA : Kasus Demam Berdarah di Gunungkidul Tertinggi Se-DIY
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, apabila melihat dari jumlah kasus, serangan DBD mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini dikarenakan, hingga pertengahan April laporan serangan ada 35 kasus. “Ya kalau dibandingkan dengan serangan di tahun lalu ada penurunan yang tajam,” kata Dewi, Minggu (25/4/2021).
Meski ada tren menurun, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Memasuki musim kemarau tak lantas potensi penyebaran menghilang karena adanya genangan sedikit di lingkungan rumah tetap dapat menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk.
“Memang saat kemarau warga yang terserang lebih sedikit dibandingkan dengan saat musim hujan. Tapi, tak lantas ancaman menghilang karena potensi gigitan nyamuk demam berdarah tetap ada,” ungkapnya.
Menurut dia, kewaspadaan terhadap ancaman penyakit DBD bisa dilakukan dengan terus menjalankan program hidup bersih sehat dan berolahraga. Gerakan untuk menutup mengubur dan menguras tempat-tempat wadah air harus tetap dilakukan.
BACA JUGA : Siklus Lima Tahunan, Hampir 3.000 Warga DIY Terjangkit
“Tentunya harus didukung dengan makanan yang bergizi. Program pemberantasan sarang nyamuk tetap harus dilakukan secara berkala melalui gerakan 3M,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro. Menurut dia, tren serangan DBD sudah terpetakan dengan masa puncak pada Januari hingga April. Meski demikian, samun dia, untuk tahun ini jumlah serangan lebih sedikit ketimbang kasus di 2020. “Mudah-mudahan ancaman dapat terus diturunkan,” katanya.
Secara umum, lanjut Sumitro, musim kemarau akan mengalami penurunan jumlah kasus dan akan kembali meningkat saat memasuki musim hujan. “Polanya memang seperti itu. Oleh karenanya, masyarakat tetap harus waspada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san