Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul mengembalikan sisa dana hibang untuk penyelenggaraan pilkada ke pemkab sebesar Rp4,29 miliar. Adapun kebutuhan anggaran pilkada mencapai Rp25,1 miliar.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, untuk penyelenggaraan pilkada, KPU mendapatkan hibah dari pemkab sebesar Rp29,4 miliar. Meski demikian, setelah penyelenggaraan berakhir ada sisa anggaran sebesar Rp4,29 miliar. “Sudah selesai dengan disusunnya Laporan Tahapan Pilkada 2020,” katanya kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).
BACA JUGA : Selisih Suara di Pilkada Gunungkidul Tipis
Dia menjelaskan, setelah penyusunan laporan tahapan selesai, KPU berkewajiban menyampaikan ke Pemkab. Bersamaan dengan penyerahan laporan itu, KPU juga mengembalikan sisan dana hibah ke kas daerah pada 22 April lalu. “Total yang kami kembalikan sebesar Rp4,29 miliar,” katanya.
Dia menjelaskan, pengembalian dana hibah merujuk pada regulasi Permendagri Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pendanaan Pilkada dari APBD maupun Keputusan KPU RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan, Pertanggugjawaban Penggunaan Dana Hibah Pilkada.
“Untuk pelaksanaan, kami juga melakukan efisiensi sehingga sisa dana yang terkumpul dikembalikan sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
BACA JUGA : KPU Gunungkidul Tetapkan Bupati Terpilih Hari Ini
Disinggung mengenai alokasi anggaran terbanyak, Hani mengakui anggaran paling banyak terserap pada operasional badan adhock PPK, PPS, dan KPPS. Selanjutnya penyediaan logistik dalam pelaksanaan pemilihan umum serta bidang lain.
“Kami bersyukur pilkada berjalan dengan aman lancar dan sehat. Didalam tahapan harus mematuhi protokol kesehatan untuk memastikan penyelenggaraan tidak menjadi sumber penyebaran virus corona,” katanya.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Arif Kuncahyo mengatakan, pihaknya memfasilitasi pengembalian sisa dana hibah untuk penyelenggaraan pilkada. adapun penyerahaan dana ini dilaksanakan bersamaan dengan adanya audiensi KPU dengan Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono. “Sudah diserahkan dan uang masuk ke kas daerah,” katanya.
Menurut dia, untuk penggunaan pengembalian dana hibah ini diserahkan sepenuhnya ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah. “Tugas kami hanya memfasilitasi. Sedang penggunaan sangat bergantung dengan kebijakan dari TAPD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.