Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Salah satu penerima bantuan alsintan kepada petani pada Kamis (29/4/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah Kelompok Tani di Kabupaten Bantul menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Bantuan berupa power thresher, mesin pompa air, hingga hand tractor besar disalurkan melalui Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul langsung kepada para petani.
Disebutkan Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Yus Warseno bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melingkupi tujuh hand tractor, sembilan power trhesher multiguna dan enam mesin pompa air. Bantuan-bantuan tersebut disebar ke sejumlah Kelompok Tani di Kabupaten Bantul sesuai kebutuhannya masing-masing. "Total anggaran dari 23 alsintan tersebut sebesar Rp509 juta," tuturnya pada Kamis (29/4/2021).
BACA JUGA : Dongkrak Produktivitas Pertanian, Pemkab Gunungkidul
Bantuan alsintan ini dinilai Yus sangat penting guna pemutakhiran teknologi dalam proses budidaya tanaman pertanian. Bantuan yang ada dapat memangkas sebagian besar ongkos produksi yang harus dikeluarkan saat menyewa alsintan dalam proses budidaya.
"Justru dengan alsintan dapat memangkas biaya produksi. Dulu harus nyewa, harus beli, sekarang kan tinggal memakai, tentunya tidak ada kesulitan lagi," ungkapnya.
"Tanpa ada alat, kan dengan manual banyak terjadi kerusakan hasil panen sehingga harganya akan turun. Tetapi dengan peralatan yang diberikan ini bisa bekerja dengan cepat, efisien, sehingga produksi dapat meningkat, kualitas terjamin," tuturnya.
Selepas bantuan alsintan diserahkan, tanggung jawab perawatan akan diserahkan pada masing-masing Kelompok Tani penerima bantuan. Kendati demikian Yus menegaskan pemantauan dan pengawasan alsintan akan dilakukan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul.
BACA JUGA : Empat Mesin Alat Pertanian Disalurkan untuk Gapoktan
"Kami harus mengawasi supaya tidak terbengkalai. Tetapi harus dimanfaatkan oleh kelompok, memastikan bantuan tidak dipakai perorangan saja namun bermanfaat untuk seluruh anggota Kelompok Tani," tandasnya.
Ketua Kelompok Tani Bakalan, Jigudan, Triharjo, Pandak, Sakimin menyambut gembira bantuan hand tractor besar yang diberikan. Sakimin mengeluhkan biaya sewa traktor yang cukup mahal. Skema sewa trakror dihitung dari lubang tanam. Untuk satu lubang sepanjang 10 meter persegi dikenai biaya Rp2000 per lubang. Padahal satu lahan biasanya terdiri 200 lubang tergantung luas lahan.
"Senang atas bantuan yang diberikan, terima kasih. Semoga bisa memajukan petani. Sebelumnya belum ada hand tractor, harus sewa. Adanya bantuan ini bisa memangkas biaya sewa, tinggal nanti bergiliran pemakaiannya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Kemendag meluncurkan layanan alat ukur SPKLU guna memastikan konsumen kendaraan listrik mendapat daya sesuai pembayaran
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.