Empat Mesin Alat Pertanian Disalurkan untuk Gapoktan

Dukuh Jetis Sinduadi Mlati Darsono saat menerima Alsintan di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 September 2020 00:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian padi, empat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sleman mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Kepala Seksi Bina Prasarana dan Sarana Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Aris Wibawa mengatakan pengadaan sebanyak empat unit alsintan tersebut bersumber dari dana APBD Sleman 2020. "Alat jenis ini dinamakan power thresser multiguna mobile. Yang disalurkan periode ini sebanyak empat unit dengan sasaran penerima Gapoktan," ujar Aris, Minggu (20/9/2020)

Fungsi alat ini, kata Aris, utamanya sebagai alat untuk perontok padi. Adapun multigunanya dikarenakan alat ini bisa juga untuk komoditas jagung dan kedelai. Caranya dengan mengatur atau mengganti saringannya. "Sifatnya mobile, bisa dijalankan ke lokasi atau areal panen yang dituju, berpindah-pindah dengan power yang melekat pada alat tersebut," papar Aris.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Terus Meningkat, Payung Hukum Tak Berdaya

Menurut Aris, bantuan pemberian mesin tersebut kepada Gapoktan salah satunya untuk membantu meringankan kerja petani khususnya penanganan pasca panen. Dinas juga berharap Alsintan juga mampu mengatasi permasalahan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.

"Karena banyak minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, maka alat ini diharapkan bisa membantu petani. Termasuk mengurangi atau menekan biaya produksi," katanya.

Baca Juga: Mahasiswanya Tewas Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya, Begini Pernyataan UGM

Keuntungan lainnya, lanjut Aris, bagi Kelompok Tani maupun Gabungan Kelompok Tani yang memiliki usaha pelayanan jasa alat (UPJA) bisa memberikan tambahan penghasilan. "Poktan atau Gapoktan yang mempunyai UPJA bisa menambah pemasukan dana bagi kelompok dari pelayanan jasa alat tersebut," katanya.

Sementara itu, Dukuh Jetis Sinduadi Mlati Darsono mengatakan alat tersebut selain digunakan untuk Gapoktan Jetis. Secara mobile, alat ini akan mendatangi anggota kelompok yang akan panen padi. "Diutamanan untuk kelompok tani dulu. Setelah itu bisa mobile ke luar area dengan tarif yang sudah ditentukan," kata Darsono.