Mahasiswanya Tewas Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya, Begini Pernyataan UGM

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
20 September 2020 18:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariyani, membenarkan salah satu mahasiswa Fakultas Biologi UGM kecelakaan di Sungai Oya, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul, sehingga meninggal dunia.

“Almarhum memang benar tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Biologi Angkatan 2017 dan saat ini almarhum sudah diberangkatkan ke rumah duka di Pati dari RSUD Panembahan Senopati Bantul,” kata Iva, Minggu (20/9/2020).

Disinggung soal penugasan dari pihak kampus, Iva mengaku masih mendalaminya, “Ini masih dalam pendalaman juga dari fakultas karena secara resmi kan nggak ada kegiatan luring [luar jaringan],” ucap Iva. Namun berdasarkan informasi yang dia peroleh kegiatan yang dilakukan korban bersama teman-temannya adalah kegiatan mandiri, “Bukan kegiatan akademik kampus,” katanya.

BACA JUGA: Corona Melejit, Nahdlatul Ulama Resmi Minta Pilkada Tahun Ini Ditunda

Ia juga meminta doa agar korban mendapat terbaik disisi Tuhan dan pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan kesaaran dan keikhlasan.

Sebagaimana diketahui korban Ainurrizqi meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Oyo, tepatnya di Desa Sriharjo, Minggu (10/9/2020), sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolsek Imogiri Kompol Iriyanto mengatakan selain berwisata, korban bersama temannya sebanyak 19 orang itu sedang melakukan penelitian sebagai bagian dari tugas kampus. “Korban sedang melakukan penelitian satwa endemik,” kata Kapolsek.

Di sela-sela melaksanakan tugas kuliah itu, kata dia, korban tergiur saat melihat kejernihan air sungai Oya, kemudian korban langsung mandi dan tiba-tiba menghilang. Teman-teman korban dibantu warga sekitar langsung melakukan pencarian dan menemukan di dasar sungai di lokasi pertama korban mandi.

Warga sempat melakukan pertolongan pertama namun korban tidak respon sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. “Sampai rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujar Iriyanto.

Ia menyatakan kematian korban murni akibat kecelakaan karena tenggelam. Pihaknya tidak menemukan ada tanda-tdana penganiayaan pada jenazah korban. Polisi juga sudah menghubungi pihak keluarga dan kampus tempat korban belajar untuk mengurus jenazah korban.