Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
\r\nPetugas memaksa kendaraan yang diduga pemudik untuk putar balik di Posko Pemantauan di Prambanan, Sleman, Jumat (7/5/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Penyekatan kendaraan pemudik di jalur-jalur utama cukup membuahkan hasil. Ratusan kendaraan yang terindikasi pemudik berhasil dihalau masuk wilayah Sleman. Meskipun begitu, beberapa jalur alternatif masih saja bisa ditembus mobil-mobil plat luar daerah.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, petugas fokus melakukan penjagaan di titik pengecekan Prambanan. Petugas memeriksa satu per satu kendaraan yang terindikasi membawa pemudik. Namun demikian, di beberapa titik penghubung lainnya dibiarkan tanpa penjagaan.
Salah satunya, di simpang empat Jalan Stasiun Brambanan dan Manisrenggo, Klaten. Di titik ini, yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari pintu masuk Jogja, untuk menghindari penyekatan kendaraan plat luar daerah dari arah Solo cukup leluasa belok ke kanan (Manisrenggo) maupun ke kiri (Stasiun Brambanan).
BACA JUGA: Ini yang Terjadi Jika Kamu Tidak Update Kebijakan Baru WhatsApp
Dari dua ruas jalan ini, dijadikan celah bagi pemudik untuk melewati jalur alternatif. Mereka melewati jalur-jalur kampung menuju Jalan Cangkringan maupun Jalan Prambanan-Piyungan. Tidak hanya itu, di gapura perbatasan DIY-Jawa Tengah, sebagian kendaraan plat luar daerah juga dengan mudah belok ke arah kiri menuju Jalan Bendo hingga tembus ke Jalan Prambanan-Piyungan. Selain akses jalan mudah, tidak ada penjagaan petugas di jalur-jalur tersebut.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana menjelaskan selain di jalur utama baik di Tempel maupun Prambanan, Dishub Sleman juga melakukan pemantauan di sejumlah jalur tikus yang diindikasi dilewati kendaraan pemudik. Meski sudah dilakukan patroli, katanya, jalur alternatif masih terlihat sepi dibandingkan jalur utama.
"Ya kendaraan yang melewati jalur alternatif cenderung sepi. Kalaupun ada kendaraan yang lewat kebanyakan plat AB, AD dan AA," katanya, Sabtu (9/5/2021).
Untuk menjaga jalur-jalur alternatif selama 24 jam, pihaknya hanya memiliki 61 personel. Artinya, untuk pemantauan pemudik wilayah aglomerasi maupun di jalur penghubung kabupaten/kota di DIY, cenderung kekurangan personel.
Apa yang dilakukan oleh para petugas, kata Arip, memang tidak menjamin pemudik bisa lolos dari penyekatan. Jika ada pemudik yang dapat menembus ke rumah tujuan, maka Dishub bekerjasama dengan Satgas di tingkat kalurahan dan padukuhan untuk mendata pemudik yang datang. "Kalau mereka datang, mereka wajib menjalani karantina selama lima hari dan biaya ditanggung sendiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.