Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Foto Ilustrasi Salat Id di Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul, Rabu (5/6/2019).- Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, WONOSARI – Kantor Kementerian Agama Gunungkidul memastikan ada 1.230 titik pelaksanaan Salat Id pada 1 Syawal yang diperkirakan jatuh pada Kamis (13/5/2021). Para jamaah diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Arif Gunungkidul mengatakan, sudah memerintahkan petugas lapangan untuk mendata lokasi yang akan menjalankan Salat Id. Adapun hasil pendataan dikonfirmasi ada 1.230 lokasi yang akan menyelenggarakan Salat Sunnah usai menjalani puasa selama satu bulan ini. “Lokasinya ada yang masjid, tapi ada juga di lapangan,” kata Arif, Selasa (11/5/2021).
BACA JUGA : Warga 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjemaah, Ini Daftarnya
Menurut dia, penyelenggaraan Salat Id di tahun ini tidak beda jauh dengan pelaksanaan di 2020 karena masih dalam suasana pandemi. Meski demikian, jumlah lokasi salat sekarang lebih banyak karena pemerintah tidak melarang, khususnya bagi daerah yang masuk zona hijau potensi penyebaran Covid-19.
“Memang diimbau melakukan Salat Id di rumah. Tapi, pemerintah juga tidak melarang saat menyelnggarakan secara berjamaah di masjid atau pun lapangan,” katanya.
Arif menuturkan, untuk acuan penyelenggaraan Salat Id sudah ada Surat Edaran Menteri Agam No.04/2021. Menurut dia, edaran menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan sehingga pelaksanaan sholat tidak menjadi sumber penyebaran virus corona.
Sesuai aturan, pelaksanaan harus ada jaga jarak dengan jamaah sebanyak 50% dar kapasitas normal. Selain itu, akses keluar masuk juga harus dibuatkan terendiri sehingga memudahkan dalam pengawasan dan tak memicu terjadinya kerumunan. “Lokasi juga harus steril dengan adanya penyemprotan disinfektan sebelum salat,” katanya.
BACA JUGA : Catat! Ini 6 Tips Salat Id di Masa Pandemi
Guna memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di area salat sangat butuh upaya pengawasan dari Satgas Covid-19 maupun dari Satpol PP dan TIN-Polri. Di lingkup kemenag, sambung Arif, juga sudah menyiapkan 160 tenaga penyulun untuk membantu sosialisasi dan pengawasan.
“Kalau terjadi kerumunan dan tidak bisa dikendalikan, Salat Id bisa dibubarkan. Tapi sebelum itu [pembubaran] dilakukan, harus ada upaya-upaya persuasive dari petugas sehingga tidak terjadi kesalahan pemahaman di masyarakat. Jadi, harus terus dingatkan agar menaati protokol kesehatan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sesuai dengan data terbaru peta zonasi RT. Adapun hasilya dua RT dilarang menyelenggarakan Salat Id karena masuk zona oranye Covid-19.
“Tidak ada yang merah, tapi yang oranye ada dua RT. Sedangkan lainnya, 6.777 RT masuk zona hijau dan 75 RT masuk zona kuning,” kata Dewi.
Ia berharap dalam penyelenggaraan ibadah bisa benar-benar menjalankan protokol kesehatan sehingga mata rantai penyebaran virus corona bisa diputus. “Disiplin menjalankan protokol kesehatan penting karena menjadi cara efektif menekan penyebaran corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.