Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Sejumlah siswa di SDN Rejodani, Ngaglik, Sleman mengikuti ASPD, Senin (24/5/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 16.962 siswa tingkat SD sederajat di Sleman mengikuti Asesment Pendidikan Stabdar Daerah (ASPD) hari pertama pada Senin (24/5/2021). Ujian berlangsung lancar dengan penerapan protokol kesehatan.
Kepala SDN Rejodani, mengatakan di sekolahnya ASPD diikuti 31 siswa yang dibagi dalam tiga kelas, sehingga dalam satu kelas terdapat 10-11 siswa saja.
"Untuk persiapan kami ada simulasinya, kami siapkan untuk perlengkapannya terutama untuk protokoler kesehatan. Jadi kami siapkan semuanya dari sabun, tempat cuci tangan, handsanitizer. Tempatnya sebelum ASPD itu kita semprot dulu, nanti setelah ASPD hari pertama siangnya kita semprot lagi. Kemudian seterusnya seperti itu," katanya.
BACA JUGA : Cegah Kebocoran Soal ASPD, Bantul Perketat Pengawasan
SDN Rejodani sebelumnya juga telah menyiaplan pelatihan materi ujian kepada para siswa secara virtual. Bagi siswa yang membutuhkan bantuan, siswa secara terbatas konsultasi datang ke sekolah.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meninjau sejunlah sekolah yang melaksanakan ASPD. "Bisa dilaksanakan dengan baik dengan protokol kesehatan. Tadi di Pandowoharjo itu ada 29 anak, sedangkan di sini [SD Rejodani] ada 31 jadi ada tiga kelas," ujarnya.
Pelaksanaan ASPD dengan menghadirkan siswa ke sekolah ini kata dia, menjadi bagian dari persiapan pembelaharan tatap muka yang akan dimulai pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.
"Ini sukses dalam arti sudah siap semua baik dari anak-anak maupu guru kelas yang ada. Rncananya nanti InsyaAllah bulan Juli ajaran yang baru kita membuka semua. Tapi dengan 50 persen dan pembatasan, satu minggu dua kali, awal pertama seperti itu," kata dia.
BACA JUGA : Dimulai Besok, Begini Gambaran ASPD Tingkat SD di Sleman
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menuturkan ASPD dilaksanakan di 510 SD, 24 madrasah dan 10 kejar paket A. "Kami menerjunkan sebanyak 1.318 pengawas," ungkapnya.
Ia menegaskan ASPD tidak menentukan kelulusan, melainkan untuk mengevaluasi pembelajaran jarak jauh yang sudah berjalan selama ini. "Kami juga ingin mengetahui sejauh mana mutu pendidikan selama Pembelajaran Jarak Jauh ini," katanya.
Di samping itu ASPD digunakan sebagai salah satu perhitungan masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan penentuan kelulusan dari ujian yang dilaksanakan oleh sekolah, yang kemudian hasilnya digabung dengan nilai rapor.
Terkait pembelajaran tatap muka, ia menjelaskan akan dilaksanakan secara serentak di semua sekolah yang siap dan memang di daerah yang bukan zona merah.
BACA JUGA : Besok, Siswa Kelas Enam SD di Kulonprogo Jalani ASPD
Tatap muka dilaksanakan ter masuk seminggu itu hanya dua kali dengan sistem shift bergiliran separuh-separuh. Pembelajaran maksimal dua jam pelajaran untuk tingkat SD dan tiga jam untuk tingkat SMP.
"Untuk zona merah Itu lihat keberadaan sekolahnya ada dimana kalau sekolah itu tidak memungkinkan untuk tatap muka ya sekolah itu belum dulu. Kalau SD [zonasi] di dusun kalau SMP kalurahan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.