Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Perahu nelayan disandarkan dan diikat di pohon yang berada di pesisir Pantai Driini Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul Senin (24/7)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Gelombang setinggi 3,5 meter sempat menerjang kawasan pantai selatan pada Rabu (26/5/2021). Lima perahu di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul dilaporkan mengalami kerusakan di bagian sayap.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, gelombang tinggi di kawasan pantai selatan tidak berlangsung lama karena hanya terjadi pada Rabu pagi. Namun setelah siang, kondisi kembali normal seperti biasanya. “Sekarang sudah aman dan terkendali. Wisatawan juga mulai terlihat bermain di kawasan pantai,” kata Marjono kepada wartawan, Rabu.
BACA JUGA : Hati-Hati! Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Pesisir
Dia menjelaskan, gelombang yang menerjang setinggi 3,5 meter. Secara ketinggian, gelombang ini masih relatif kecil karena di tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai hampir enam meter.
Meski demikian, sambung Marjono, kedatangan gelombang bersamaan dengan air pasang laut maka memberikan dampak. Hasil pendataan dari petugas SAR dilaporkan ada lima perahu milik nelayan di Pantai Baron yang mengalami rusak ringan. Hal ini terjadi karena adanya gesekan antar perahu sehingga menyebabkan kerusakan.
“Tidak parah karena hanya patah di bagian sayap untuk pengaman. Selebihnya tidak ada laporan kerusakan,” katanya.
BACA JUGA : Waspada, Gelombang Tinggi Diperkirakan Terjadi di Pantai
Marjono berharap kepada nelayan tetap waspada dan berhati-hati. Untuk keamanan, ia berjanji akan terus melaporkan perkembangan terkini kondisi di kawasan pantai. “Kami ikuti prakiraan cuaca secara berkala. Apabila ada potensi gelombang tinggi akan disampaikan baik kepada nelayan maupun pengunjung yang datang,” katanya.
Nelayan Pantai Baron, Sumardi menambahkan, kerusakan perahu yang diakibatkan adanya gelombang tinggi pada Rabu pagi sudah dilakukan antisipasi. Meski demikian, upaya yang dilakukan masih belum maksimal. “Kami bersyukur kerusakan tidak parah dan bisa diperbaiki secepatnya,” kata Mardi.
Menurut dia, gelombang tinggit tidak hanya mengakibatkan sejumlah perahu rusak ringan. Pasalnya, banyak nelayan yang menghentikan aktivitas mencari ikan di laut. “Hari ini [kemarin] banyak yang tidak melaut, kalau ada yang nekat hanya satu dua nelayan yang berani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.