Anggaran Terbatas, Penataan Wajah Kota Wonosari Mandek
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
Perahu nelayan disandarkan dan diikat di pohon yang berada di pesisir Pantai Driini Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul Senin (24/7)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Gelombang setinggi 3,5 meter sempat menerjang kawasan pantai selatan pada Rabu (26/5/2021). Lima perahu di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul dilaporkan mengalami kerusakan di bagian sayap.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, gelombang tinggi di kawasan pantai selatan tidak berlangsung lama karena hanya terjadi pada Rabu pagi. Namun setelah siang, kondisi kembali normal seperti biasanya. “Sekarang sudah aman dan terkendali. Wisatawan juga mulai terlihat bermain di kawasan pantai,” kata Marjono kepada wartawan, Rabu.
BACA JUGA : Hati-Hati! Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Pesisir
Dia menjelaskan, gelombang yang menerjang setinggi 3,5 meter. Secara ketinggian, gelombang ini masih relatif kecil karena di tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai hampir enam meter.
Meski demikian, sambung Marjono, kedatangan gelombang bersamaan dengan air pasang laut maka memberikan dampak. Hasil pendataan dari petugas SAR dilaporkan ada lima perahu milik nelayan di Pantai Baron yang mengalami rusak ringan. Hal ini terjadi karena adanya gesekan antar perahu sehingga menyebabkan kerusakan.
“Tidak parah karena hanya patah di bagian sayap untuk pengaman. Selebihnya tidak ada laporan kerusakan,” katanya.
BACA JUGA : Waspada, Gelombang Tinggi Diperkirakan Terjadi di Pantai
Marjono berharap kepada nelayan tetap waspada dan berhati-hati. Untuk keamanan, ia berjanji akan terus melaporkan perkembangan terkini kondisi di kawasan pantai. “Kami ikuti prakiraan cuaca secara berkala. Apabila ada potensi gelombang tinggi akan disampaikan baik kepada nelayan maupun pengunjung yang datang,” katanya.
Nelayan Pantai Baron, Sumardi menambahkan, kerusakan perahu yang diakibatkan adanya gelombang tinggi pada Rabu pagi sudah dilakukan antisipasi. Meski demikian, upaya yang dilakukan masih belum maksimal. “Kami bersyukur kerusakan tidak parah dan bisa diperbaiki secepatnya,” kata Mardi.
Menurut dia, gelombang tinggit tidak hanya mengakibatkan sejumlah perahu rusak ringan. Pasalnya, banyak nelayan yang menghentikan aktivitas mencari ikan di laut. “Hari ini [kemarin] banyak yang tidak melaut, kalau ada yang nekat hanya satu dua nelayan yang berani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
Bansos Bantul akan didigitalisasi mulai 2027. Warga bisa daftar mandiri melalui situs web dengan syarat memiliki IKD.
Rupiah melemah 0,32% ke Rp17.753 per dolar AS akibat tekanan dolar dan sikap hawkish The Fed. Simak proyeksi kurs Jumat.
DPRD Gunungkidul meminta perhatian atlet berprestasi ditingkatkan agar mereka tidak pindah membela daerah lain.
Pergerakan penumpang Karimunjawa mencapai lebih dari 190.000 orang hingga Agustus 2026, didukung penguatan konektivitas darat, laut, dan udara.
Harga rumah makin sulit dijangkau, Pemkab Bantul mendorong warga memanfaatkan rumah subsidi dan empat rusunawa yang tersedia.