Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Petugas dari Satgas Penanggulangan Covid-19 melakukan sterilisasi peralan yang digunakan untuk droping air ke salah satu keluarga yang menjalani isolasi mandiri di Dusun Sentul, Tileng, Girisubo. Rabu (9/6/2021)./Istimewa-Kapanewon Girusubo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kapanewon Girisubo mulai menyalurkan air bersih kepada masyarkat. Di tahap awal ini keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19 menjadi prioritas mendapatkan bantuan.
Panewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan penyaluran air bersih di wilayahnya secara resmi belum dimulai. Kecamatan baru menyelesaikan pemetaan daerah rawan kekeringan yang mencakup di seluruh kalurahan di Kapanewon Girisubo.
BACA JUGA: Terkuak! Pasien Covid-19 asal Pandak Bantul Kabur karena Kangen Kambingnya
Meski demikian, droping telah dilakukan karena adanya warga yang menjalani isolasi mandiri akibat penularan virus Corona. Satu keluarga yang terdiri dari lima orang di Dusun Sentul, Tileng mendesak diberikan bantuan karena tidak memiliki stok air bersih.
“Keluarga ini sebenarnya berusaha beli, tapi sopir pengangkut air tidak berani melayani,” kata Arif kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).
Satgas Penanggulangan Covid-19 di tingkat kapanewon dan Kalurahan Tileng berinisiatif memberikan bantuan air bersih kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Sopir pengangkut air dibantu dengan tim dari satgas guna sterilisasi peralatan yang digunakan dalam penyaluran air bersih. “Hari ini [kemarin] kami serahkan bantuan. Satu tangki air yang diberikan mencukupi hingga masa isolasi berakhir,” ungkapnya.
Selain satu keluarga di Kalurahan Tileng, ada satu keluarga di Kalurahan Balong yang menjalani isolasi. Namun, keluarga ini belum membutuhkan pasokan air bersih karena masih memiliki stok yang mencukupi. “Ya kalau stoknya menipis, kami siap memberikan bantuan,” katanya.
Di wilayah Girisubo terdapat delapan kalurahan. Pada saat kemarau seluruh kalurahan terjadi krisis sehingga membutuhkan bantuan air bersih. “Kami akan koordinasi dengan BPBD Gunungkidul. recananya penyaluran di empat kalurahan ditangani kapanewon, sedang empat kalurahan lainnya dibantu oleh BPBD,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki masih menunggu data lengkap daerah rawan kekeringan di kapanewon. Pasalnya, data yang masuk baru berasal dari Kapanewon Paliyan, Tepus, Panggang dan Saptosari. “Kami masih tunggu data dari kapanewon lainnya,” katanya.
Edi menuturkan, droping air bersih rencananya dimulai pada 14 Juni mendatang. Sasaran disesuaikan dengan pengajuan resmi dari masing-masing kalurahan. “Tahun ini kami anggarkan sekitar Rp700 juta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum