Alex Marquez Diduga Melaju 212 Km/Jam Saat Crash Horor
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus melakukan inovasi terkait kemudahan mengakses layanan administrasi kependudukan (adminduk). Salah satunya adalah Sistem Inovasi Antrean Online (SINOVA).
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi mengatakan meski telah menerapkan dua sistem untuk layanan adminduk baik daring maupun manual, namun masyarakat cenderung memilih untuk datang langsung ke Kantor Disdukcapil. Alhasil, kerap ditemukan antrean yang mengular dan cenderung berdesak-desakan di lokasi layanan adminduk.
"Melihat kondisi tersebut, tentu tidak bisa kami biarkan terus terjadi. Untuk itu ada inovasi dari kami berupa SINOVA," kata Bambang, Rabu (16/6/2021).
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, melalui SINOVA, pemohon tidak perlu datang ke Disdukcapil Bantul untuk mengambil antrean. Pemohon bisa mengambil nomor antrean dengan mengakses laman antriancapil.bantulkab.go.id. Melalui SINOVA, pemohon juga bisa memilih layanan apa yang akan digunakan.
Baca juga: Hajatan Akan Dibatasi, Pemda DIY Siapkan Aturan
"Teknisnya, nanti pemohon hanya cukup memasukan NIK. Akan ada pilihan bagi pemohon akan datang pukul berapa? Sesuai dengan keinginan dan kesibukannya. Baru setelah itu, ada notifikasi dan jadwal kedatangan sesuai dengan pilihan pemohon," kata Bambang.
Menurut Bambang, sejauh ini tidak ada pembatasan pemohon yang mengambil nomor antrean lewat SINOVA. Pelayanan tetap dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Layanan SINOVA sendiri telah diterapkan selama 6 bulan terakhir, hanya saja, kata Bambang, sedikit warga yang memanfaatkannya.
"Kami berharap masyarakat bisa mengaksesnya, karena SINOVA dibikin untuk memudahkan warga," harap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.