Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jogja. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jogja semakin banyak digunakan oleh warga Kota Jogja. Tercatat selama tahun 2024, jumlah masyarakat yang mengakses layanan di MPP sebanyak 158.063 orang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jogja, Budi Santosa, mengatakan jumlah ini bertambah dibanding jumlah pengunjung di tahun-tahun sebelumnya. “Pada 2023, pengunjung sebanyak 115.000 orang,” katanya, Jumat (3/1/2025).
Kenaikan jumlah pengunjung tersebut dikarenakan jenis layanan yang disediakan juga bertambah dalam setiap tahun. Sampai saat ini MPP Kota Jogja memiliki 33 anjungan loket, 41 layanan perizinan, 57 layanan nonperizinan, 103 layanan dari instansi vertikal, sembilan layanan komersial dari enam instansi.
BACA JUGA: Pemda DIY Umumkan Dua Lembaga Baru, Efektif Mulai 1 Januari 2025
"Yang terbaru adalah layanan pendampingan hukum dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Jogja yang baru dimulai pada Oktober 2024. Layanan ini tiap hari Senin sampai Kamis mulai pukul 09:00 WIB sampai pukul 13:00 WIB," paparnya.
Data tersebut hanya mencatat pengakses layanan yang datang langsung ke MPP, tidak termasuk layanan drive thru dan online. Sebagai informasi, MPP Kota Jogja juga menyediakan layanan drive thru seperti layanan kependudukan, layanan SAMSAT, serta layanan Polresta untuk perpanjangan SIM A dan SIM D1.
Sementara layanan onlinenya bisa diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). MPP juga memiliki inovasi Print From Home (PFH), yang diperuntukkan bagi pengguna layanan perizinan dan non perizinan untuk mengajukan proses izin dan nonizin selain izin OSS.
“Sehingga masyarakat dapat mencetak izin dimana saja dan kapan saja. Masyarakat pun dapat memanfaatkan dua layananan tersebut tanpa harus datang langsung ke loket MPP Kota Jogja," imbuhnya.
Dari semua layanan di MPP, lima loket yang paling sering dikunjungi yakni loket Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), loket Bank BPD DIY, loket Bank Jogja, loket Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan loket Jamkesda. Sedangkan yang paling sedikit dikunjungi adalah loket Polresta untuk layanan pembuatan SKCK.
Pada 2025 ini belum ada penambahanan layanan baru di MPP. Meski begitu pihaknya akan selalu berkomitmen untuk meningkatkan sistem layanan agar pengunjung dapat menikmati pelayanan dengan baik dan nyaman.
"Seperti adanya pemeliharaan fasad serta penataan loket MPP. Hal ini dilakukan untuk menambah efisiensi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.