BPBD Gunungkidul Siapkan Perpanjangan Status Siaga Kekeringan
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, untuk penanganan kasus Corona sempat menyediakan ruang perawatan khusus anak-anak di ruangan Dahlia. Tempat ini memiliki kapasitas 18 tempat tidur.
Namun demikian, dikarenakan jumlah pasien positif yang didominasi orang dewasa ke atas, maka ruangan tersebut terpaksa digunakan merawat untuk umum. “Berhubung pasien Covid-19 dewasa melonjak, maka ruang Dahlia digunakan,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (25/6/2021).
Disinggung mengenai pasien positif corona dari kalangan anak, Heru mengakui total yang dirawat ada 50 pasien. Dari jumlah tersebut, ada satu pasien anak yang dinyatakan positif dan tiga anak merupakan pasien suspek Corona. “Ya kami rawat di ruang dahlia bersama dengan pasien dewasa,” katanya.
Meski bercampur dalam satu ruangan, ia sudah memerintahkan kepada tim medis untuk membuat pengaturan agar ada jarak antara pasien dewasa dan anak-anak. “Sudah ada pengaturan penepatannya,” kata Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Sleman menyiapkan sanksi tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat kejahatan jalanan, namun hak pendidikan tetap dijamin.
BPBD Kota Jogja mengingatkan warga memahami tingkatan sirine EWS agar tahu kapan harus waspada, bersiap, hingga melakukan evakuasi.
DPRD Gunungkidul menyoroti potensi parkir ilegal dan pungutan ganda di destinasi wisata serta mendorong pengelolaan bersama warga lokal.
BGN memberikan suspend 30 hari kepada SPPG Sidoarjo Tanggulangin setelah 512 santri keracunan. Investigasi penyebab masih dilakukan.
Bioskop NSC di Wates ditargetkan beroperasi Oktober 2026. Investasi tahun pertama diperkirakan mencapai Rp17,4 miliar.